
UPdates—Kepolisian Vietnam menangkap 12 pria yang dituduh mencuri sekitar 2.700 kucing dalam operasi pencurian malam hari di kawasan permukiman.
You may also like :
Sejarah Hari Ini, 8 Agustus: Hari Kucing Internasional
Polisi dan media pemerintah dalam pernyataan pada hari Senin, 5 Oktober 2026 mengatakan, kucing-kucing itu disembelih dan dijadikan bahan makanan.
Mesin pembersih bulu, perangkap kucing, dan timbangan termasuk di antara barang-barang yang disita selama penyelidikan terhadap dugaan sindikat pencurian kucing di Kota Ho Chi Minh.
Konsumsi daging anjing dan kucing adalah hal yang legal di Vietnam—di mana banyak restoran secara terbuka menawarkan daging tersebut—namun para pedagang diwajibkan memiliki sertifikat yang menunjukkan asal-usul hewan-hewan itu.
Laporan media menyebutkan bahwa kucing hasil curian dapat dijual ke restoran dengan harga setidaknya 70.000 dong (Rp48.310) per kilogram.
Ke-12 pria tersebut ditangkap atas tuduhan pencurian properti dan mengakui telah mencuri serta memperdagangkan sekitar 2.700 kucing dari berbagai jenis.
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari ABS CBN, proses hukum pidana telah dimulai pada hari Minggu, namun tidak disebutkan secara jelas kapan tepatnya para pria tersebut ditahan.
Laporan media pemerintah menyebut, para tersangka melancarkan aksinya antara pukul 23.00 hingga 04.00 pagi, berkeliling kawasan permukiman menggunakan sepeda motor dalam kelompok-kelompok kecil untuk mencuri kucing milik warga.
Jaringan ini pertama kali terungkap pada bulan Juli, saat polisi menyita 50 ekor kucing hidup beserta 55 perangkap kucing, dua timbangan, dan dua mesin pembersih bulu.
Setiap kelompok diperkirakan mencuri antara empat hingga 10 ekor kucing per malam.
Sebelumnya pada tahun ini, polisi di Kota Ho Chi Minh juga telah menangkap 18 orang yang dituduh terlibat dalam dua sindikat pencurian kucing yang berbeda.