
UPdates—Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulsel XVIII 2026 tinggal sebulan lagi. Namun, masalah besar muncul yang bisa mengancam pelaksanaan Porprov ini.
Sebanyak 21 cabang olahraga (cabor) yang berada di bawah naungan KONI Sulsel dilaporkan menolak ambil bagian pada Porprov yang akan diselenggarakan pada 7–14 November 2026 mendatang.
Ke-21 cabor tersebut yakni Panahan, Taekwondo, Biliar, Pentathlon, Bola Basket, Barongsai, Tinju, Atletik, Senam, Akuatik, Kurash, Pencak Silat, Softball, Tennis, Selam, Anggar, Tarung Derajat, Muaythai, Karate, E-Sport, dan Kickboxing.
Sebagaimana informasi yang dihimpun Keidenesia.tv pada Kamis, 8 Oktober 2026, cabor-cabor tersebut tidak sanggup melaksanakan kegiatan karena dana yang diberikan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Sulsel jauh dari jumlah yang mereka ajukan.
Pihak Dispora hanya memberikan rata-rata anggaran Rp75 juta hingga Rp80 juta untuk setiap cabor. Padahal, kebutuhan anggaran yang diajukan cabor antara Rp213 juta hingga Rp600 juta.
Cabor Aquatik misalnya. Mereka mengajukan Rp600 juta untuk kebutuhan pelaksanaan perlomban di Porprov. Akan teapi, yang dikabulkan Dispora Sulsel hanya Rp80 juta.
Untuk diketahui, Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo menjadi tuan rumah bersama Porprov 2026 ini.
Upacara pembukaan rencananya akan dipusatkan di Stadion La Patau Matanna Tikka, Bone. Sementara upacara penutupan diadakan di Kabupaten Wajo.
Untuk Porprov 2026 ini, sebanyak 53 cabor akan dipertandingkan. Dari jumlah itu, 47 merupakan cabor resmi. Sementara enam cabor berstatus ekshibisi.