
UPdates—Video penggerebekan di sebuah rumah dinas TNI di kawasan Cijantung, Jakarta Timur, yang diduga digunakan sebagai tempat operasional judi online pada Minggu, 4 Oktober 2026 viral di media sosial.
You may also like :
Menteri Sosial Saifullah Yusuf: Total 1.900 Pegawai yang Terindikasi Judol
Rumah dinas tersebut merupakan milik seorang perwira aktif TNI AD yang diduga disewakan kepada para pelaku judol.
You might be interested :
Anggota Komisi III DPR Respon Judi Online Tidak Masuk Sasaran Perampasan Aset
Dalam video yang beredar, perekam memperlihatkan sejumlah orang berada di dalam sebuah ruangan yang dipenuhi komputer.
Perekam menduga ruangan itu digunakan untuk aktivitas judi online.
"Wah ini ada yang enggak beres nih, pantesan pagar tinggi. Ini kayak judi online nih. Jangan ada yang keluar rumah ya. Jangan ada yang keluar," kata perekam video sebagaimana dipantau Keidenesia.tv di X, Kamis, 8 Oktober 2026,.
"Ini kompleks tentara, enggak benar kan ya. Nggak benar ini. Apa ini. Kita udah curiga ini emang. Apa ini," lanjut perekam tersebut saat memperlihatkan area di dalam rumah yang penuh komputer yang masih menyala.
Menanggapi hal ini, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan pihaknya akan menindak tegas apabila ditemukan anggota yang menjadikan rumah dinas sebagai markas judi online (judol).
Hal itu disampaikan Maruli saat ditanya mengenai isu yang ramai di media sosial ini.
"Pokoknya, kalau ada laporan, kita pasti tindak tegas. Kalau kita, pasti respons cepat," kata Maruli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Rabu sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari CNN Indonesia, Kamis, 8 Oktober 2026.
Maruli menegaskan TNI AD akan merespons dengan cepat setiap laporan yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran tersebut.
"Sudah pasti cepat, kalau kita cepat lah," ujarnya.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Muhammad Nas sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya telah merespons informasi yang beredar dan tengah mendalami kasus tersebut.
Menurut Nas, sejumlah orang telah diperiksa terkait dugaan tersebut, termasuk anggota TNI.