
UPdates—Serangan Rusia di kota Kramatorsk, Ukraina menewaskan setidaknya 30 orang. Sementara jumlah korban jiwa dari serangan di wilayah utara negara itu sehari sebelumnya meningkat menjadi 22 orang.
You may also like :
Trump Klaim Harusnya Jadi Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Tahun Ini
Dalam sebuah pernyataan di Telegram, Gubernur Donetsk, Vadym Filashkin mengatakan serangan Rusia menghantam sebuah bus di kota yang terletak di wilayah Ukraina timur tersebut.
You might be interested :
650 Drone Serang Moskow, 2 Tewas, Depot Minyak Terbesar Terbakar
Awalnya dilaporkan ada 12 orang tewas dan 14 lainnya terluka, namun ia kemudian memperbarui data menjadi 30 korban tewas dan 18 orang terluka, seraya menuduh Rusia sengaja menargetkan warga sipil.
"Mengingat situasi keamanan yang memburuk secara drastis, saya telah memerintahkan pemerintah militer kota Kramatorsk dan Sloviansk untuk menghentikan sementara operasional transportasi umum," kata Filashkin sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Kamis, 8 Oktober 2026.
Laporan dari Kramatorsk ini muncul bersamaan dengan meningkatnya jumlah korban jiwa akibat serangan rudal Rusia pada hari Rabu di kota Pryluky, wilayah Chernihiv, Ukraina utara, menjadi 22 orang.
Gubernur Chernihiv, Vyacheslav Chaus, mengatakan dalam pernyataan pada Kamis pagi waktu setempat bahwa lima anak termasuk di antara korban tewas. Sementara lebih dari 50 orang terluka dalam serangan hari Rabu tersebut.
Ia menyebutkan bahwa serangan lain pada sore harinya juga menghantam ibu kota wilayah Chernihiv.
Menanggapi serangan-serangan tersebut, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan bahwa upaya pencarian dan penyelamatan di Pryluky telah rampung.
"Dan bahkan setelah serangan yang begitu brutal, Rusia terus menghantam wilayah-wilayah kami. Pagi ini, Rusia menghantam halte transportasi umum biasa di Kramatorsk dengan bom udara... Secara keseluruhan, serangan Rusia menyebabkan kerusakan di 10 wilayah," ujar Zelenskyy di X.
Ia mendesak mitra-mitra Ukraina untuk menyediakan paket bantuan baru bagi pertahanan Ukraina, seraya menyebut pasokan kemampuan anti-balistik, amunisi, dan pencegat sebagai hal yang secara langsung membantu menyelamatkan nyawa setiap harinya.
Sementara itu, Angkatan Udara Ukraina mengklaim bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil menjatuhkan 126 dari 142 pesawat nirawak (drone) penyerang yang diluncurkan Rusia sepanjang malam. Pihak berwenang Rusia belum memberikan komentar terkait klaim Ukraina tersebut.
Secara terpisah, Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko menyatakan bahwa tiga orang tewas dan 14 lainnya terluka—dengan delapan di antaranya harus dirawat di rumah sakit—akibat serangan Rusia.
Moskow dan Kyiv telah meningkatkan intensitas serangan dalam beberapa bulan terakhir, dengan saling menyasar pusat logistik, pelabuhan, dan infrastruktur energi lawan.
Kedua pihak membantah sengaja menargetkan infrastruktur sipil, serta menegaskan bahwa serangan-serangan tersebut ditujukan pada sasaran militer atau fasilitas yang terkait dengan aktivitas militer.