Jose Mourinho (Foto: Antonio Villalba/Real Madrid FC)

Masalah Real Madrid belum Bisa Diselesaikan Jose Mourinho

8 October 2026
Font +
Font -
[ai_summarizer]

UPdates—Kembalinya Jose Mourinho ke Real Madrid diharapkan membawa tingkat otoritas dan disiplin yang baru. Namun, analisis terbaru dari El Larguero berpendapat bahwa masalah klub jauh melampaui sosok manajernya.

You may also like : mourinho madrid4Real Madrid Tuntut Presiden La Liga Mundur Setelah Klaim Konspirasi Wasit

Setelah beberapa minggu absen dari Valdebebas akibat jeda internasional, Mourinho kembali bekerja dengan sebagian besar skuad utamanya menjelang pertandingan melawan Villarreal.

You might be interested : mbappe messi gettyMbappe dan Messi Bersaing Top Skor, Kane dan Bellingham Menguntit

Namun, suasana di sekitar tim tidak berubah secara drastis, dengan beberapa masalah dari musim lalu masih mendominasi pembicaraan.

Saat ini, pusat perhatian utama tetap tertuju pada Kylian Mbappe.

Proses pemulihan cedera pemain asal Prancis itu, termasuk keputusannya untuk menghabiskan waktu di luar Madrid, telah memicu perdebatan sengit di lingkungan klub.

Real Madrid menegaskan bahwa sang penyerang telah mengantongi izin dan tidak ada ketidakpuasan internal terkait masalah tersebut.

Mourinho juga telah membela pemainnya, sebuah tindakan yang memperumit persepsi mengenai pendekatan sang manajer.

El Larguero mempertanyakan apakah Mourinho benar-benar menghadirkan otoritas tanpa kompromi yang diharapkan banyak penggemar; mereka menggambarkannya sebagai sosok "sersan kaleng" alih-alih sosok pendisiplin bermental "besi" yang selama ini melekat pada reputasinya.

Perdebatan itu penting karena Mbappe bukan satu-satunya pemain yang menjadi sorotan.

Faktanya, pertanyaan seputar pengaruh ruang ganti, serta ketegangan yang melibatkan Vinicius Jr. dan Jude Bellingham, mengarah pada masalah yang lebih luas yang sudah ada bahkan sebelum kedatangan Mourinho.

Kekhawatiran bagi Real Madrid adalah bahwa pergantian pelatih tidak dapat serta-merta menghapus kebiasaan yang telah terbentuk selama beberapa musim.

Klub ini telah melalui dua musim tanpa gelar sebelum kedatangan Mourinho, sementara masa kepemimpinan sebelumnya di bawah Xabi Alonso dan Alvaro Arbeloa juga diwarnai oleh perselisihan antar-pemain.

Hal itu membuat tugas Mourinho jauh lebih rumit daripada sekadar memperbaiki taktik atau hasil pertandingan Madrid.

Ia harus menetapkan hierarki yang jelas, menangani beberapa sosok dengan kepribadian paling besar di dunia sepak bola, serta meyakinkan skuad bahwa standar yang ada diterapkan secara konsisten di seluruh ruang ganti.

Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Madrid Universal, Kamis, 8 Oktober 2026, Mourinho membutuhkan lebih dari sekadar hasil pertandingan untuk membangkitkan kembali Real Madrid.

Bagi Real Madrid, beberapa pekan mendatang bisa menjadi penentu apakah Mourinho benar-benar mampu mengubah budaya di tim utama.

Reputasinya memberikan wewenang untuk menuntut lebih, namun wewenang tersebut hanya akan efektif jika skuad memberikan respons yang positif.

Kontroversi Mbappe telah memperlihatkan betapa sulitnya menjaga keseimbangan tersebut saat mengelola ruang ganti yang dipenuhi oleh para pemain elite.

Makanya, pertandingan melawan Villarreal bukan sekadar kesempatan untuk mendulang poin. Laga ini menjadi ujian lain untuk melihat apakah Mourinho mampu mulai mengubah mentalitas di Real Madrid—sebuah tantangan yang tampaknya jauh lebih besar daripada sekadar menggantikan sosok yang sebelumnya menempati kursi pelatih.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

capture

Mark Twain

"Rahasia untuk maju adalah memulai."
Load More >