
UPdates—Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuding AS enggan membantu Ukraina setelah serangan bom Rusia pada hari Kamis menewaskan sedikitnya 35 orang di wilayah timur, sehingga total korban tewas akibat serangan Rusia selama dua hari tersebut menjadi 78 orang.
You may also like :
Serangan Bus Rusia Tewaskan 30 Orang di Ukraina, Serangan Lain 22 Tewas
Beberapa jam setelah serangan yang menghantam dua bus di kota Kramatorsk—yang tengah dilanda konflik—Zelensky mengkritik upaya Washington untuk menjalin hubungan ekonomi dengan Rusia sembari berupaya menjadi penengah dalam perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun itu.
You might be interested :
650 Drone Serang Moskow, 2 Tewas, Depot Minyak Terbesar Terbakar
Pemerintah kota melaporkan adanya serangan pesawat nirawak (drone) baru pada malam harinya yang menewaskan dua orang. Hal itu menjadikan total korban tewas di kota tersebut mencapai 35 orang.
Otoritas setempat melaporkan bahwa sebuah bom udara berpemandu milik Rusia menewaskan dua orang di sebuah desa di wilayah tenggara Dnipropetrovsk, sementara satu orang lainnya tewas di kota Ivano-Frankivsk di wilayah barat.
Serangan-serangan tersebut dilancarkan sehari setelah serangan besar-besaran Rusia menggunakan pesawat nirawak dan rudal menewaskan puluhan orang di berbagai wilayah Ukraina—22 di antaranya tewas di sebuah gedung hunian di kota Pryluky, wilayah tengah Ukraina yang terletak sekitar 130 km di sebelah timur Kyiv.
Dalam pernyataan yang disampaikan pada awal malam, Zelensky menyebutkan bahwa 78 orang tewas dan 215 orang terluka akibat serangan yang terjadi di seluruh Ukraina selama dua hari terakhir.
Saat berbicara kepada para wartawan di Pryluky, pemimpin Ukraina tersebut mendesak AS untuk mengabulkan permintaannya guna memperluas akses Ukraina terhadap layanan satelit Starlink, yang bertujuan membantu mereka menargetkan peluncur rudal balistik Rusia.