
UPdates—Banjir bandang kembali menerjang sejumlah titik di Kota Padang, Sabtu, 10 Oktober 2026. Banyak orang dilaporkan terjebak karena derasnya arus.
You may also like :
62 Orang Tewas Akibat Hujan Deras dan Banjir di India Utara, Lebih 1.000 Bangunan Hancur
Ada dua kecamatan dengan kondisi terparah, yakni Kecamatan Kuranji dan kecamatan Koto Tangah.
You might be interested :
5.285 Orang tak Ditemukan, Pencarian Korban Banjir Nepal Diakhiri
Di Kecamatan Kuranji, daerah dengan banjir bandang terparah adalah kawasan Guo Lapau Munggu. Sementara di Kecamatan Koto Tangah, lokasi terparah di Lumin Park dan Kampung Apa.
Kompleks perumahan mewah Luminpark di Lubuk Minturun sebelumnya sudah dihantam bencana serupa akhir November 2025 silam.
Belum ada laporan resmi terkait jumlah korban, karena proses evakuasi warga masih terus berlangsung hingga malam ini. Meski begitu, banyak warga yang terjebak di rumah mereka.
Di jalanan di kawasan By Pass depan Rumah Sakit Siti Rahma, jalanan sudah tidak bisa dilewati karena kondisi air yang sudah tinggi.
Dari sejumlah video yang ramai dibagikan di media sosial, terlihat air begitu deras di sejumlah titik. Orang-orang melaporkan bahwa puluhan warga terjebak di rumah-rumah mereka.
Video lain memperlihatkan warga meminta pertolongan kepada tim BPBD dan tim SAR untuk mengevakuasi keluarga mereka yang terkepung banjir.
Padang diterjang banjir besar setelah hujan deras mengguyur sejak pukul 14.00 yang menyebabkan debit air meningkat hingga meluap. Bahkan, sebuah tanggul dilaporkan jebol.
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari website resmi Kota Padang, Sabtu, 10 Oktober 2026 malam, Kalaksa BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton sudah mengordinasikan jajaran personel BPBD bersama Tim Reaksi Cepat, unsur TNI, dan Polri dalam penanganan darurat di lapangan.
Tim gabungan berusaha membantu proses evakuasi kelompok rentan serta menyelamatkan barang-barang berharga milik warga menuju area penampungan sementara yang lebih aman.
Hendri Zulviton mengimbau seluruh masyarakat Kota Padang, terutama yang bermukim di sepanjang bantaran sungai dan kawasan rawan genangan, untuk terus meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan yang masih tinggi.
Menurutnya, petugas akan terus bersiaga penuh di lapangan demi memastikan keselamatan jiwa warga serta memantau perkembangan debit air sungai.