
UPdates—Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Rocky Gerung menyarankan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
You may also like :
Anggota DPR PKB Minta Bentuk Pansus Ijazah Gibran, Golkar Bilang tidak Perlu
Rocky melontarkan hal itu setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan tidak menemukan bukti yang menunjukkan Gibran memiliki ijazah setara SMA.
You might be interested :
Istana: Ijazah Gibran bukan tidak Ada, belum Ditemukan
Dalam podcast di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored pada Kamis, 8 Oktober 2026, Rocky Gerung berpandangan bahwa akan lebih elegan apabila Gibran mengundurkan diri dari jabatan Wakil Presiden guna mencegah gejolak di masyarakat maupun pemerintahan.
"Alangkah elegannya Gibran mengundurkan diri, untuk mencegah amuk massa, untuk mencegah presiden dikait-kaitkan dengan pasangan yang ilegal," ujarnya.
Guru Besar Ilmu Komunikasi dan Regulasi Digital, Universitas Airlangga, Prof Henri Subiakto lewat unggahan di X menanggapi permintaan Rocky tersebut.
“Apa benar sekarang sudah terjadi akumulasi kemarahan publik yang bisa memunculkan amuk massa, jika Gibran tidak mengundurkan diri? Inilah pandangan penasehat Presiden Rocky Gerung yang sekarang merupakan orang di lingkaran dalam Presiden Prabowo,” tulisnya di X sebagaimana dipantau Keidenesia.tv, Jumat, 9 Oktober 2026.
Ia melanjutkan, “Persoalannya apakah suara Rocky akan didengarkan Presiden, atau juga menjadi aspirasi, bahkan kekhawatiran lingkar Presiden Prabowo, atau itu hanya sekadar pendapat pribadi Rocky sebagai akademisi yang sekarang sudah masuk di lingkaran kekuasaan?”
Di sisi lain kata dia, bukankah pernyataan Rocky ini berarti memperlihatkan posisi kubu Prabowo yang menginginkan Gibran bersedia mundur dari Pemerintahan.
“Sehingga berarti harus terpisahnya kekuasaan dinasti Jokowi dan Prabowo? Lalu siapkah kubu Jokowi menerima “saran atau nasehat” dari anggota Wantimpres kontroversi ini?” tanyanya.