
UPdates—Setidaknya 23 orang tewas dan 70 lainnya terluka dalam serangan bom bunuh diri yang menargetkan kereta api di Pakistan barat daya pada hari Minggu.
You may also like :
Pembebasan Sandera Berdarah di Pakistan, 300 dari 450 Penumpang Selamat, 50 Militan Tewas, Korban Tentara belum Diumumkan
Sumber kepolisian kepada Anadolu mengatakan, seorang pelaku yang diduga bertindak sendirian menabrakkan kendaraan bermuatan bahan peledak ke kereta api yang membawa personel militer di Quetta, ibu kota Balochistan.
You might be interested :
Markas Pasukan Paramiliternya Diguncang Bom Bunuh Diri, Pakistan Lancarkan Serangan Udara ke Afganishtan
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Minggu, 24 Mei 2026, ledakan terjadi di sepanjang jalur kereta api saat kereta api menuju area kantonmen kota.
Para pejabat mengatakan ledakan itu cukup kuat sehingga terdengar hingga beberapa mil jauhnya.
Korban termasuk warga sipil, dengan beberapa rumah di dekat jalur kereta api dan beberapa kendaraan mengalami kerusakan parah akibat ledakan tersebut.
Tentara Pembebasan Balochistan (BLA) mengklaim bertanggung jawab dalam sebuah pernyataan kepada media local.
Mereka mengatakan seorang pelaku bom bunuh diri telah menargetkan personel militer.
Tembakan hebat juga dilaporkan setelah ledakan, sementara pihak berwenang menyatakan keadaan darurat di beberapa rumah sakit di Quetta.
Babar Yousafzai, asisten khusus untuk departemen dalam negeri provinsi, mengatakan pasukan keamanan dan tim penyelamat telah tiba di lokasi kejadian sementara polisi berupaya menentukan penyebab ledakan tersebut.
Balochistan, wilayah kaya mineral dan jalur utama Koridor Ekonomi China-Pakistan senilai miliaran dolar, telah lama menghadapi kekerasan militan yang terkait dengan kelompok separatis.