
UPdates—Rusia mengumumkan pada hari Minggu bahwa mereka meluncurkan serangan skala besar terhadap target militer dan industri pertahanan di Ukraina sebagai respons atas serangan Kiev terhadap fasilitas sipil di dalam wilayah Rusia.
You may also like :
Trump Sebut Rusia Macan Kertas, Putin: Kalau Begitu, Hadapi Saja Macan Kertas Ini
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan tersebut melibatkan rudal balistik Oreshnik, rudal aerobalistik Iskander, rudal hipersonik Kinzhal, rudal jelajah Zircon, rudal jelajah yang diluncurkan dari udara, laut, dan darat, serta drone serang.
You might be interested :
Klaim Presiden Ukraina, sudah 3.000 Lebih Tentara Korea Utara Jadi Korban Perang Rusia
Menurut kementerian, serangan tersebut menargetkan fasilitas komando militer Ukraina, pangkalan udara, dan perusahaan industri pertahanan.
“Tujuan serangan telah tercapai. Semua target yang ditentukan telah dihantam,” kata kementerian dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari TRT World, Minggu, 24 Mei 2026.
Serangan itu terjadi setelah Moskow mengatakan Ukraina menyerang gedung perguruan tinggi dan asrama di kota Starobilsk di wilayah Luhansk yang dikuasai Rusia minggu ini.
Otoritas regional mengatakan jumlah korban tewas akibat serangan itu meningkat menjadi 21 setelah operasi pencarian dan penyelamatan selesai pada hari Minggu.
Dalam pernyataan terpisah, juru bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova mengatakan lebih dari 50 jurnalis asing dari 19 negara melakukan perjalanan ke Starobilsk setelah serangan itu.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menyatakan di X bahwa sebuah gedung milik Kementerian Luar Negeri Ukraina telah rusak akibat serangan Rusia semalam.
Yuriy Ihnat, kepala departemen komunikasi Angkatan Udara Angkatan Bersenjata Ukraina, mengatakan kepada media Ukraina bahwa setelah serangan terhadap Starobilsk, tentara Rusia menyerang kota Bila Tserkva di wilayah Kiev, sebuah pusat militer penting.
Secara terpisah, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Rusia meluncurkan sekitar 90 rudal berbagai jenis dan sekitar 600 drone selama serangan semalam, dan sebagai akibatnya, setidaknya 83 orang terluka dan ada korban jiwa, meskipun ia tidak menyebutkan jumlah pastinya.
Baik Rusia maupun Ukraina terus melaporkan korban sipil dan kerusakan infrastruktur, sementara verifikasi independen atas klaim medan perang tetap sulit dilakukan di tengah konflik yang sedang berlangsung.