
UPdates—PT Pertamina Patra Niaga menjamin harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dan avtur tidak akan naik sepanjang Oktober 2026 ini.
You may also like :
Chusnunia Chalim: Harga Tiket Pesawat Sudah tidak Masuk Akal
Direktur Perencanaan dan Pertumbuhan Bisnis Pertamina Patra Niaga, Joko Pranoto menyampaikan itu dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, Jakarta, Senin 5 Oktober 2026.
You might be interested :
Warga Makassar Antre BBM, Bahlil: Ada Mobil Pajero dan Truk Bikin Tangki Besar Sampai 700 Liter
Menurut Joko Pranoto, terdapat arahan untuk mempertahankan harga seluruh Jenis BBM Umum (JBU) retail dan avtur pada Oktober.
“Posisi bulan ini, per Oktober itu memang ada arahan untuk harga seluruh JBU retail dan avtur itu masih kami tahan, sama dengan harga September,” ujar Joko sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari RRI, Senin, 5 Oktober 2026.
Pergerakan harga BBM nonsubsidi sejak Januari 2025 hingga awal 2026 relatif landai dengan harga masih berada di bawah Rp20 ribu per liter.
Akan tetapi, kondisi berubah setelah eskalasi konflik geopolitik pada akhir Februari 2026. Menurutnya, gejolak tersebut mendorong harga BBM meningkat signifikan, bahkan harga Solar sempat menembus Rp25 ribu per liter.
“Khusus yang Pertamax dan Pertamax Green pada April itu memang ada pembatasan, tidak naik. Baru kemudian di bulan Juni dinaikkan,” jelasnya.
Harga Pertamax sempat naik menjadi Rp16.250 per liter. Setelah itu, harganya turun dan bertahan di level Rp15.950 per liter pada Agustus hingga Oktober 2026.
Sedangkan harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex disesuaikan dengan perkembangan harga minyak dunia.
Penetapan harga tersebut mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang formula harga dasar untuk perhitungan harga jual eceran BBM umum jenis bensin dan solar yang disalurkan melalui SPBU atau SPBN.
Diungkap Joko, kenaikan harga BBM nonsubsidi dan avtur sepanjang 2026 mayoritas dipengaruhi faktor geopolitik.
“Kenaikan harga BBM nonsubsidi dan avtur ini memang mayoritas dipengaruhi faktor geopolitik sejak 28 Februari 2026,” ujarnya.
Terpisah, Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyampaikan harga BBM subsidi maupun nonsubsidi per 1 Oktober 2026 tidak mengalami perubahan dibandingkan September.
Menurut Kitty, penetapan harga BBM nonsubsidi tetap mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi masyarakat.