
UPdates—Jumlah korban banjir dan longsor di Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh terus bertambah. Data Sabtu, 29 November 2025, tercatat 532 korban tewas dan hilang akibat bencana dahsyat ini.
You may also like :
Polisi Temukan 25 Hektare Ladang Ganja di Aceh
Di Sumut, korban tewas mencapai 147 jiwa dan 174 orang masih dalam proses pencarian.
You might be interested :
Prakiraan Cuaca Hari Ini, 13 Juli: Mulai Minggu Siang Hingga Malam, Hujan Turun di Gowa
Kemudian, di Sumbar, korban tewas mencapai 61 orang dan 90 warga dinyatakan hilang.
Sedangkan, di Aceh korban tewas mencapai 35 orang dan 25 lainnya masih dalam pencarian.
Dengan demikian, total korban meninggal dunia di tiga provinsi tersebut yakni 243 orang dan 289 hilang.
Sejauh ini, Presiden Prabowo Subianto belum menetapkan banjir dan tanah longsor di Sumut, Sumbar, dan Aceh sebagai bencana nasional.
Sementara itu, Wasekjen DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon menyerukan politikus, pejabat, dan aparat penegak hukum, khususnya di Sumut untuk meminta maaf secara terbuka ke publik.
Menurutnya, penyebab utama banjir dan bencana ini adalah semua politisi, pejabat dan penegak hukum yang ada di Sumut dan/atau pejabat atau politisi yang berasal dari Sumut yang saat ini ada di Pusat.
Jansen Sitindaon mengatakan, politisi, pejabat dan penegak hukum selama ini membiarkan, melindungi bahkan mem-backup kerusakan lingkungan yang terjadi bertahun-tahun ini.
“Ini adalah akibatnya. Hujan berhari-hari itu memang turunnya dari langit, namun batang-batang pohon yang terbawa air dan gundulnya hutan itu tangan manusia yang membuatnya, bukan dari langit. Kita para politisi dan pembuat kebijakan inilah yang membiarkannya bahkan menerbitkan izin untuk dia ditebang dan dirusak,” tegasnya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari akun X pribadinya, Sabtu, 29 November 2025.
“Atas kejadian yang memakan banyak korban jiwa dan harta benda ini kita semua politisi, pejabat dan penegak hukum di Sumut wajib meminta maaf ke rakyat Sumut. Karena kebijakan dan/atau pembiaran yang kita lakukanlah yang membuat bencana ini terjadi. Saya pribadi memohon maaf,” tandasnya.