Para sukarelawan perempuan Iran menjalani pelatihan militer di pusat pelatihan militer bagi warga sipil di Lapangan Imam Hussein, pusat kota Teheran, Iran. (Foto: Reuters)

Wanita di Iran Mulai Latihan Menembak, Persiapan Perang Darat Melawan AS-Israel

5 October 2026
Font +
Font -
[ai_summarizer]

UPdates—Para wanita Iran mengikuti pelatihan senjata api di Teheran pada hari Minggu di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

You may also like : araghchi aaIran Peringatkan AS tidak Lagi Menyerang, Ancam Serangan Balasan Lebih Kuat dari Sebelumnya

Wanita-wanita itu bersiap menghadapi kemungkinan serangan darat saat Washington dan Teheran saling melontarkan peringatan baru terkait konflik yang telah berlangsung selama delapan bulan tersebut.

You might be interested : saveclip.app 669588225 122171976500723345 464735273718723051 nTrump Sebut Iran akan Menyerah, Teheran: Dia Terjebak Dilema dan Putus Asa

Di sebuah pusat pelatihan militer di Alun-alun Imam Hussein, para wanita mendengarkan arahan dari pejabat militer dan instruktur sebelum diajarkan cara memegang dan menembakkan senjata, termasuk pistol.

Sebagaimana dilansir Keidenesia tv dari India Today, Senin, 5 Oktober 2026, pelatihan ini berlangsung sehari setelah Iran membuka pusat pelatihan militer sipil lainnya di Alun-alun Haft-e Tir.

Menurut rekaman dan laporan dari lokasi pelatihan tersebut, fasilitas-fasilitas ini bertujuan mempersiapkan warga sipil untuk menghadapi pasukan AS dan Israel jika mereka melancarkan serangan darat.

Bagi sebagian peserta wanita, latihan ini bukan semata-mata soal pertempuran, melainkan lebih kepada kesiapan untuk melindungi keluarga mereka.

Raheleh Ghadiri, seorang peserta berusia 45 tahun, mengatakan bahwa mempelajari cara membela keluarga dan lingkungannya di masa perang akan membantu mengurangi rasa takutnya.

Situasi di Teheran ini terjadi saat Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa ia dapat mengambil keputusan terkait Iran dalam waktu dekat.

Hal ini mengisyaratkan bahwa Washington sedang mempertimbangkan langkah selanjutnya di tengah jalan buntu upaya perdamaian dan pengakhiran konflik.

"Iran telah hancur lebur. Jadi satu-satunya pertanyaan adalah, apakah ini akan melalui cara yang mudah atau cara yang keras," ujar Trump kepada para wartawan sebelum meninggalkan Gedung Putih menuju Ohio, tempat ia berkampanye untuk kandidat Partai Republik menjelang pemilihan umum sela bulan November.

Peringatan Trump ditanggapi dengan pernyataan tegas dari Menteri Luar Negeri Iran, Araghchi, yang menolak gagasan bahwa konflik dapat diselesaikan melalui kekuatan militer atau sanksi lebih lanjut.

"Jika musuh-musuh kita kembali memilih jalan konfrontasi militer, tanggapan kami akan lebih keras daripada sebelumnya dan kami akan membela diri dengan kekuatan yang lebih besar lagi," kata Araghchi dalam sebuah pertemuan dengan para duta besar asing.

"Tidak ada solusi militer, ataupun solusi yang didasarkan pada sanksi baru," ujarnya, seraya menegaskan bahwa hanya perundingan yang berlandaskan keadilan dan kewajaran yang dapat mengakhiri konflik tersebut.

Di tengah macetnya upaya diplomatik dan terus adanya ancaman aksi militer kembali, kamp-kamp pelatihan sipil di Iran mengirimkan pesan yang jelas: masyarakat umum sedang dipersiapkan menghadapi kemungkinan perang merambah ke wilayah daratan.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

capture

Mark Twain

"Rahasia untuk maju adalah memulai."
Load More >