Tim SAR menemukan warga di atas pohon kelapa di Bireuen, Aceh (Foto: X/Tangkapan Layar)

Warga Selamat Manjat Pohon Kelapa, Wali Kota Jalan Kaki 4 Hari, Istri Gubernur Nginap di SPBU yang Terkepung Banjir

29 November 2025
Font +
Font -

UPdates—Bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh menyisakan banyak kisah duka, perjuangan bertahan hidup, dan empati.

You may also like : sabu aceh99 Kg Sabu Disembunyi di Semak-semak Sungai, Polri Bongkar Aksi Jaringan Narkoba Malaysia di Aceh

Semuanya terekam dalam video yang ramai dibagikan di media sosial serta dituturkan oleh mereka yang mengalaminya secara langsung.

You might be interested : tsunami ilustrasiTsunami 30 Meter yang Mirip "Kiamat" Bisa Menyapu Bersih Pantai Barat AS Kapan Saja

Di Bireuen, Aceh, sebuah video menunjukkan bagaimana dua warga bertahan hidup dengan memanjat pohon kelapa yang sudah terkepung arus deras.

Upaya penyelamatan berlangsung dramatis ketika tim SAR yang menggunakan perahu akhirnya menemukan mereka yang sudah kedinginan di atas pohon kelapa akibat banjir besar yang melanda.

Arus yang deras membuat  proses evakuasi dilakukan penuh kehati-hatian agar korban bisa turun dengan selamat.

Dalam video lain, dua pria ditemukan tim gabungan di atas pohon sawit. Tangan mereka berdarah tertusuk duri sawit saat berusaha bertahan dari amuk air.

Rekaman lain memperlihatkan empat perempuan menangis saat mengevakuasi jasad dua anak yang tewas di kampung mereka ke sebuah rumah.

Sementara itu, Wali Kota Sibolga, Ahmad Syukri Nazri Penarik yang sempat dinyatakan hilang muncul dengan kisahnya sendiri. Ia tak bisa dihubungi sejak Selasa, 25 November 2025 karena terjebak di lokasi bencana yang membuat keluarga dan warganya cemas.

Sang wali kota muncul kembali dalam keadaan selamat setelah berhasil keluar dari wilayah bencana di pesisir barat Sumatra Utara yang porak-poranda.

Ahmad Syukri baru kembali ke Sibolga pada Jumat, 28 November 2025 setelah menempuh perjalanan darat dengan berjalan kaki selama empat hari melewati jalur ekstrem.

“Saya sudah berkomunikasi dengan Wali Kota Sibolga. Karena masih muda, meski tampak lelah, wajahnya tetap segar,” ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto dalam keterangan pers di Tapanuli Utara, Jumat, 28 November 2025.

Pada video yang dipantau Keidenesia.tv, Wali Kota Sibolga tampak berjalan bersama dua orang pria lainnya dengan pakaian penuh lumpur.

“Beliau cerita kepada saya, jalan kaki empat hari. Lokasinya berada di jalur longsor antara Sibolga dan Tarutung, Tapanuli Utara. Alhamdulillah kondisinya sehat,” ungkap Suharyanto.

Istri Gubernur Aceh, Marlina Muzakir juga mengalami situasi darurat setelah terjebak banjir di area SPBU Panteu Breuh, Simpang Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara. Bersama rombongannya, ia terisolasi selama dua hari, mulai Rabu hingga Jumat.

Sebelumnya, Ketua Tim Penggerak PKK Aceh itu didampingi Plt Kepala Dinas Sosial Aceh, Chaidir, serta sejumlah anggota rombongan lainnya berangkat dari Banda Aceh menuju Lhokseumawe pada Selasa untuk menyalurkan bantuan tanggap darurat bagi warga yang terdampak banjir.

Mereka mendapat masalah saat akan kembali ke Banda Aceh. Jalan nasional Banda Aceh–Medan di kawasan Alue Ie Puteh, Kecamatan Baktiya, terendam hingga 2,1 meter sehingga tidak bisa lagi dilalui.

“Kami terpaksa menginap di SPBU karena itu lokasi yang lebih tinggi dan aman. Tidak ada lagi akses jalan yang bisa dilewati,” ujar Marlina dalam keterangannya di Banda Aceh.

Dua hari terjebak, kondisi rombongan itu serba sulit. Pasokan logistik mulai habis, sementara bantuan belum dapat menjangkau titik tersebut.

“Keadaan sangat darurat. Stok makanan makin sedikit. Warga di sekitar sini juga banyak yang kesulitan,” jelasnya.

Marlina dan rombongan akhirnya bisa keluar dari lokasi setelah mendapat tumpangan sebuah mobil tangki pengangkut crude palm oil (CPO). Tinggi kendaraan itu memungkinkannya menerobos banjir di jalur tersebut.

“Saya benar-benar cemas melihat kondisi di lapangan. Banyak ibu dan anak yang membutuhkan bantuan segera. Mohon penanganan segera karena banjir di kawasan ini masih sangat tinggi,” ucapnya.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

portrait of rev martin luther king jr u l p74hmb0

Martin Luther King Jr

"Ada saatnya ketika diam adalah pengkhianatan."
Load More >