Proses evakuasi jenazah korban erupsi gunung api Dukono oleh tim SAR Gabungan di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Sabtu, 9 Mei 2026. (Foto: BPBD Kabupaten Halmahera Utara)

1 Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan, Tim SAR Identifikasi 2 Titik Diduga Korban

9 May 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Tim SAR gabungan menemukan satu korban erupsi Gunung Dukono pada Sabtu, 9 Mei 2026, dalam kondisi meninggal dunia di sekitar 50 meter dari bibir kawah.
  • Korban berinisial E, warga negara Indonesia, ditemukan setelah proses pencarian yang sempat terhambat oleh material pasir vulkanik dan cuaca buruk.
  • Tim SAR juga menemukan dua titik timbunan material pasir yang diduga berkaitan dengan dua korban lain yang masih dalam pencarian.
  • Kondisi cuaca dan aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih tinggi membuat tim SAR memprioritaskan evakuasi korban pertama dan mempertimbangkan keselamatan personel.
  • Jenazah korban pertama berhasil dievakuasi dan dibawa ke posko penanganan erupsi sebelum dirujuk ke RSUD Tobelo.
  • Tim SAR gabungan akan melanjutkan penyisiran pada Minggu, 10 Mei 2026, khususnya di dua titik timbunan material yang telah ditandai menggunakan koordinat GPS.
  • Proses pencarian dan evakuasi korban erupsi Gunung Dukono dilakukan dengan hati-hati dan mempertimbangkan faktor keselamatan untuk menghindari risiko lebih lanjut.
atau

UPdates—Tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) gabungan menemukan satu korban erupsi Gunung Api Dukono pada Sabtu, 9 Mei 2026 pukul 14.30 WIT.

You may also like : gunung ibu lagi 1715143671Gunung Ibu di Halmahera Barat Erupsi di Awal Tahun, Abu Vulkanik Capai 800 Meter

Korban berinisial E, warga negara Indonesia (WNI), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar 50 meter dari bibir kawah.

Berdasarkan laporan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara, Hentje M.L. Hetharia, proses pencarian sempat mengalami kendala akibat material pasir vulkanik yang menutupi area pencarian dengan ketebalan bervariasi.

Kondisi tersebut dipengaruhi aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih fluktuatif sehingga menyulitkan tim dalam melakukan penyisiran.

Pada pukul 14.30 WIT, hujan dengan intensitas cukup deras mengguyur lokasi pencarian sehingga tim SAR gabungan menghentikan sementara operasi dan berlindung hingga kondisi memungkinkan untuk melanjutkan pencarian.

Setelah hujan reda, jasad korban yang sebelumnya tertutup material pasir mulai terlihat. Saat ditemukan, bagian tubuh korban yang tampak hanya dari kaki hingga pinggang, sementara bagian tubuh lainnya masih tertimbun pasir vulkanik.

Mengetahui temuan tersebut, tim SAR gabungan segera melakukan proses evakuasi secara hati-hati sesuai prosedur keselamatan.

“Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban dibawa menuju posko penanganan erupsi sebelum selanjutnya dirujuk ke RSUD Tobelo,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari website BNPB, Sabtu, 9 Mei 2026.

Ditemukan Dua Titik Timbunan Material yang Diduga Korban Lain

Setelah menemukan korban pertama, tim SAR gabungan juga mendapati dua titik timbunan material pasir dalam radius sekitar tiga meter dari lokasi penemuan korban. Dua titik tersebut diduga kuat berkaitan dengan dua korban lain yang masih dalam pencarian.

Meski begitu, tim SAR gabungan memutuskan untuk memprioritaskan evakuasi korban pertama dengan mempertimbangkan faktor keselamatan personel di lapangan.

“Selain kondisi cuaca yang mulai gelap menjelang sore, aktivitas vulkanik Gunung Dukono juga masih terpantau tinggi,” jelas Abdul Muhari.

Berdasarkan hasil evaluasi operasi SAR hari ini, tim gabungan akan kembali melanjutkan penyisiran pada Minggu, 10 Mei 2026, khususnya di dua titik timbunan material yang telah ditandai menggunakan koordinat GPS (Global Positioning System).

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

capture

Derek Bok

"Jika kamu berpikir pendidikan itu mahal, cobalah kebodohan."
Load More >