
UPdates—Pemerintah menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga personel TNI Angkatan Darat (TNI AD) saat menjalankan tugas operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.
You may also like :
Pemerintah Segera Buka Rekrutmen CPNS 2026, Mensesneg: Pendaftaran Bulan Ini!
Prajurit yang gugur adalah Letkol CPN (Anm.) Dudi Firmansyah; Kapten CPN (Anm.) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio, dan Sertu (Anm) Heri Prasetyo.
You might be interested :
Heli Pemadam Karhutla Jatuh di Kalteng, 1 Kru Gugur, 2 belum Diketahui Nasibnya
Mereka gugur dalam kecelakaan helikopter TNI saat memadamkan karhutla di Perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu 4 November 2026 lalu.
Menteri Prasetyo Hadi dalam keterangannya, di Jakarta, Jumat, 6 Oktober 2026 mengatakan Presiden Prabowo memberikan perhatian penuh untuk keluarga para petugas yang terlibat dalam penanganan karhutla. Termasuk keluarga dari prajurit yang gugur saat bertugas penanganan karhutla.
"Sesuai dengan petunjuk Bapak Presiden (Prabowo), kami diminta memberikan perhatian. Termasuk kepada keluarga maupun kepada putra-putri saudara-saudara kita yang telah berjuang menjalankan tugasnya dengan penuh keikhlasan di tengah mara bahaya yang membutuhkan pengorbanan," katanya.
Ia mengajak rakyat Indonesia berdoa untuk prajurit TNI yang gugur dalam penanganan karhutla. Berdoa agar pihak keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran.
Prasetyo Hadi juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja keras petugas, prajurit TNi/Polri dan relawan yang berjibaku menangani karhutla. Menurutnya, petugas di lapangan bekerja siang dan malam dengan berbagai risiko bahkan mengancam keselamatan jiwa.
"Saudara-saudara kita bekerja siang dan malam mempertaruhkan jiwa raganya. Terutama saudara-saudara kita TNI yang melakukan proses pemadaman dengan water bombing, itu semua mengandung risiko," ujarnya.
Menteri Prasetyo memastikan pemerintah bekerja dengan serius untuk mengendalikan karhutla di Sumatra dan Kalimantan.
Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian dalam penanganan karhutla meliputi Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Papua Selatan.