Home → Program →

Popeye di Kehidupan Nyata Meninggal Dunia

16 January 2026

UPdates—Seorang binaragawan yang dijuluki Popeye di kehidupan nyata, yang pernah membanggakan memiliki lengan terbesar di Brasil dengan menggunakan suntikan minyak berbahaya, meninggal dunia pada usia 55 tahun.

You may also like : terapi katakTerapi Katak di Dukun, Aktris Cantik Meksiko Meninggal Keracunan

Arlindo de Souza terkenal di Amerika Selatan setelah berpartisipasi dalam program TV ketika masih muda untuk memamerkan fisiknya yang luar biasa.

You might be interested : brasil pelatih cbfKualifikasi Piala Dunia 2026: Prediksi Brasil vs Kolombia

Keluarganya mengaitkan kematiannya pada Selasa pagi waktu setempat dengan masalah ginjal yang menyebabkan dia dirawat di rumah sakit di kota Recife di timur laut Brasil Desember lalu.

“Dia dirawat di rumah sakit karena masalah ginjal. Salah satu ginjalnya gagal, dan selama minggu Natal, ginjal yang lain juga gagal,” kata keponakannya, Denis Gomes de Luna kepada media lokal sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Metro, Jumat, 16 Januari 2026.

Sejak itu, paru-parunya mulai dipenuhi cairan. Dia bahkan tidak sempat menjalani hemodialisis karena mengalami serangan jantung.

“Sertifikat kematiannya belum dikeluarkan, tetapi saya yakin itu disebabkan oleh kegagalan multi-organ,” jelasnya.

Sebuah pesan di halaman Facebook atlet angkat besi itu mengumumkan kematiannya.

“Dengan penyesalan dan kesedihan kami mengumumkan kepergian Arlindo tercinta kami, seorang pria yang baik hati dan suka membantu, suka bercanda dengan pose-posenya, dicintai oleh komunitas, yang akan berhenti dan memberikan perhatian penuh kepada siapa pun yang ingin berbicara dengannya atau mengambil foto. Semoga Tuhan mengistirahatkan jiwanya, dan semoga ia hidup selamanya di hati kami,” demikian unggahan itu.

De Souza, yang meninggal di Rumah Sakit Otavio de Freitas di Recife, menjadi berita utama di seluruh dunia ketika memamerkan bisepnya yang berukuran luar biasa, 29 inci.

Laporan pada saat itu mengatakan otot-ototnya, hasil dari campuran minyak mineral dan alkohol yang ia konsumsi sendiri, tidak membuatnya lebih kuat.

Dokter telah memperingatkannya bahwa suntikan yang sering ia gunakan untuk membangun bisepnya dapat berakibat fatal atau menyebabkan abses yang dapat berujung pada amputasi.

De Souza mengatakan kepada pers Inggris lebih dari satu dekade lalu bahwa ia telah kehilangan seorang teman bernama Paulinho yang juga terlibat dalam praktik berbahaya tersebut.

“Saya sangat merasakan kematiannya. Dia mengonsumsinya, saya juga, tetapi dia melampaui batas. Saya tidak menyarankan siapa pun untuk mengonsumsi minyak ini,” ujarnya saat itu.

Ia mengaku saat itu sudah berhenti mengonsumsinya. “Dan juga hal-hal lain, tetapi selalu ada keinginan untuk memulai lagi. Tetapi saya berhasil mengendalikan diri, hingga hari ini,” tegasnya.

Ia mengungkapkan bahwa seorang kenalan di tempat gym tempat ia berlatih menawarkan campuran yang mulai ia suntikkan ke tubuhnya. “Saya berolahraga seperti biasa sehingga kekuatan saya tetap sama. Tidak ada yang berubah,” ungkapnya.

Menurutnya, kebanyakan orang yang mengonsumsinya tidak tahu cara menggunakannya. “Mereka hanya akan menggunakan pembuluh darah mana pun. Beberapa akan kehilangan lengan, yang lain membutuhkan operasi, beberapa bahkan mungkin kehilangan nyawa mereka,” katanya.

De Souza mulai berolahraga sejak remaja bersama saudara laki-lakinya, yang menurut kerabatnya meninggal setelah dirampok.

Ia masih lajang dan tidak memiliki anak, serta melakukan pekerjaan serabutan sebagai asisten tukang batu.

Warga setempat di Aguas Compridas, lingkungan di Olinda tempat ia tinggal bersama ibunya yang sudah lanjut usia, memberikan penghormatan terakhir kepadanya hari ini.

“Legenda dari Aguas Compridas. Beristirahatlah dengan tenang,” kata salah satu warga.

“Kau tidak akan pernah dilupakan,” imbuh warga lain.

Our Program

Related Video

Latest UPdates