Longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026). (foto:Dok.KOMPAS.com/Bagus Puji Panuntun)

Luasnya Area Longsor Sulitkan Pencarian Korban di Cisarua, 83 Warga Masih Hilang

24 January 2026
Font +
Font -

UPdates – Tujuh orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara 83 orang lainnya dinyatakan hilang dan diduga tertimbun setelah longsor menerjang kawasan permukiman di Kampung Babakan, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Sabtu dini hari, 24 Januari 2026, sekitar pukul 03.00 WIB.

You may also like : banjir vietnam xBanjir Besar Vietnam: 55 Tewas, Drone Selamatkan Warga Hanyut, Orang Ngungsi di Atap

Kepala BPBD Kabupaten Bandung Barat, Asep Sehabudin mengatakan, proses pencarian korban saat ini terkendala karena area longsor memiliki luas mencapai sekitar 30 hektare, dengan material longsoran yang meratakan rumah-rumah warga.

You might be interested : dedi mulyadi prabowo xSiswa SMA di Jawa Barat Mulai Wajib Militer Tahun Ini

“Tim gabungan terus berupaya melakukan pencarian korban hilang. Namun luasnya area terdampak dan tebalnya material longsor cukup menyulitkan proses evakuasi,” jelas Asep.

Longsor terjadi setelah hujan deras disertai angin kencang mengguyur wilayah tersebut selama dua hari berturut-turut. Berdasarkan pendataan awal yang dilakukan Linmas Desa Pasirlayung, sedikitnya 30 rumah warga tertimbun material longsor.

Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail saat meninjau langsung lokasi bencana tanah longsor mengungkapkan bahwa, “Saat ini BPBD, TNI, Polri, dan para relawan masih melakukan pencarian korban lainnya."

Adapun warga yang terdampak bencana telah diinstruksikan untuk mengungsi. Para pengungsi sementara dipusatkan di Desa Pasirlangu untuk menghindari potensi longsor susulan.

 

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

images (9)

Christopher Paolini

"Tanpa rasa takut, tidak akan ada keberanian."
Load More >