
UPdates–Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) meningkatkan pengawasan ruang digital menjelang Idulfitri dengan memperketat patroli siber guna menekan penyebaran hoaks, termasuk informasi palsu terkait program mudik gratis dan bantuan sosial (bansos).
You may also like :
Kemensos Pemutakhiran Data, Penerima Bansos Terindikasi Judol Dicoret
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menyampaikan bahwa pengawasan konten di berbagai platform digital telah diperkuat.
You might be interested :
Ini Daftar Bansos yang Cair Juni 2025, Ada Subsidi Upah Pekerja dan Honorer
“Kemkomdigi telah mengintensifkan patroli siber dan pemantuan konten di berbagai platform digital untuk mendeteksi dan menindaklanjuti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, penipuan daring, serta konten negatif lainnya yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keamanan selama periode Idulfitri 1447 Hijriah,” tegas Nezar Patria sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Info Publik, Kamis, 12 Maret 2026.
Aktivis 98 itu menjelaskan, pengawasan difokuskan pada sejumlah isu sensitif yang kerap muncul menjelang Lebaran, seperti informasi palsu terkait libur nasional, mudik, bantuan sosial, hingga isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang berpotensi memecah belah masyarakat.
Selain patroli siber, Kemkomdigi juga menerapkan strategi penanganan hoaks tiga lapis untuk mengantisipasi penyebaran informasi menyesatkan di ruang digital.
“Kita menerapkan strategi tiga dimensi, yaitu literasi digital untuk meningkatkan kemampuan masyarakat membedakan informasi yang benar dan salah, lalu juga deteksi dan blokir konten hoaks secara cepat, serta penegakan hukum bekerja sama dengan aparat terkait untuk menindak pelaku penyebar hoaks,” jelasnya.
Kemkomdigi menggandeng berbagai komunitas untuk memperkuat kampanye edukasi dan literasi digital kepada masyarakat mengenai bahaya hoaks serta pentingnya memverifikasi informasi sebelum membagikannya.
“Kami juga sangat proaktif melakukan kampanye edukasi dan literasi digital kepada masyarakat mengenai bahaya hoaks dan pentingnya verifikasi informasi sebelum menyebarkannya. Ini dilakukan melalui berbagai kanal komunikasi yang dimiliki oleh Komdigi, termasuk media sosial dan kerja sama dengan komunitas-komunitas,” imbuhnya.
Wamenkomdigi berharap berbagai langkah yang dilakukan dapat menciptakan ruang digital yang aman dan kondusif selama perayaan Idulfitri, sehingga masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan tenang dan nyaman.