Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I BGN, Harjito (Foto: BGN)

Ramai Pencatutan Nama Pejabat BGN, Pengelola Dapur MBG Diminta Waspada

2 May 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan peringatan kepada pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk waspada terhadap aksi pencatutan nama pejabat lembaga itu.
  • BGN menemukan adanya undangan kegiatan Bimbingan Teknis Pengelolaan SPPG Nasional Tahun 2026 yang mencatut nama institusi serta Sekretaris Utama (Sestama) BGN, dan menyatakan bahwa undangan tersebut tidak benar dan bukan merupakan dokumen resmi.
  • Modus penipuan yang digunakan pelaku adalah dengan mengatasnamakan dirinya dalam komunikasi resmi palsu, terutama terkait pembukaan suspend dan kegiatan inspeksi mendadak (sidak), tanpa meminta imbalan atau uang secara langsung.
  • Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I BGN, Harjito, mengungkapkan bahwa namanya kerap dicatut oleh oknum tidak bertanggung jawab dalam praktik penipuan yang menyasar pengelola SPPG.
  • BGN mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyalahgunaan nama instansi pemerintah dan tidak menindaklanjuti undangan yang mencurigakan sebelum memverifikasi keabsahannya.
  • BGN akan memperkuat sistem komunikasi dan sosialisasi kepada publik agar masyarakat dapat membedakan informasi resmi dan palsu, serta meminimalisir potensi penyalahgunaan nama lembaga oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
  • Masyarakat diharapkan dapat melaporkan setiap dugaan penipuan kepada pihak berwenang maupun melalui kanal pengaduan resmi BGN untuk mencegah korban lebih luas.
atau

UPdates–Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) diminta waspada. Peringatan itu dikeluarkan   Badan Gizi Nasional (BGN) menyusul maraknya aksi pencatutan nama pejabat lembaga itu.

You may also like : hendrik mbgPemilik 7 SPPG yang Joget Dapat Insentif Rp6 Juta/Hari Minta Maaf: Mungkin Bapak Presiden Merasa Risih Gitu ya

Terbaru, BGN terpaksa harus memberikan klarifikasi terkait beredarnya undangan kegiatan Bimbingan Teknis Pengelolaan SPPG Nasional Tahun 2026 yang mencatut nama institusi serta Sekretaris Utama (Sestama) BGN.

You might be interested : 01kngxhwtb6af8h27v9drqweh5Wakil Kepala BGN Sebut Pemerintah Kucurkan Rp1 Triliun Sehari untuk MBG

BGN menegaskan bahwa undangan tersebut tidak benar dan bukan merupakan dokumen resmi.

Berdasarkan hasil penelusuran internal, dokumen yang beredar tersebut tidak pernah diterbitkan oleh Sekretariat Utama maupun unit kerja manapun di lingkungan BGN.

Dengan demikian, segala bentuk kegiatan yang mengatasnamakan undangan tersebut berada di luar tanggung jawab BGN.

BGN mengimbau kepada seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyalahgunaan nama instansi pemerintah.

Masyarakat dan pemangku kepentingan diharapkan tidak menindaklanjuti undangan dimaksud serta lebih cermat dalam memverifikasi keabsahan dokumen yang beredar.

“Klarifikasi ini disampaikan guna mencegah kesalahpahaman serta menghindari potensi kerugian yang dapat timbul akibat penyalahgunaan nama institusi,” demikian pernyataan BGN di website resmi mereka sebagaimana dilansir Keidenesia.tv, Sabtu, 2 Mei 2026.

Sebelumnya, pada awal pekan ini, Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I BGN, Harjito, mengungkapkan bahwa namanya kerap dicatut oleh oknum tidak bertanggung jawab dalam praktik penipuan yang menyasar pengelola SPPG.

Dia menjelaskan, modus yang digunakan pelaku adalah dengan mengatasnamakan dirinya dalam komunikasi resmi palsu, terutama terkait pembukaan suspend dan kegiatan inspeksi mendadak (sidak).

"Nama saya sering dipakai untuk penipuan. Sudah banyak yang tertipu," ungkap Harjito.

Berbeda dengan modus penipuan pada umumnya, pelaku tidak meminta imbalan atau uang secara langsung. Namun, mereka menggunakan surel dengan kop atau identitas yang menyerupai BGN, meski bukan berasal dari kanal resmi instansi.

Hal ini kerap membuat penerima pesan percaya bahwa informasi tersebut valid dan berasal dari otoritas yang sah. Harjito menegaskan bahwa seluruh komunikasi resmi BGN hanya dilakukan melalui saluran dan domain yang telah ditetapkan secara resmi.

Dia mengimbau agar masyarakat, khususnya pengelola SPPG, lebih berhati-hati terhadap surat atau email yang mencurigakan.

"Jika menerima email atau surat yang mengatasnamakan BGN tetapi menggunakan kop tidak resmi atau sumber yang tidak jelas, sebaiknya tidak langsung ditindaklanjuti. Lakukan verifikasi terlebih dahulu melalui kanal resmi," tegasnya.

Untuk mencegah korban lebih luas, Harjito meminta agar setiap dugaan penipuan segera dilaporkan kepada pihak berwenang maupun melalui kanal pengaduan resmi BGN. Dia menekankan pentingnya kewaspadaan bersama guna menjaga integritas program pemenuhan gizi nasional.

Ke depan, BGN akan memperkuat sistem komunikasi dan sosialisasi kepada publik agar masyarakat semakin mudah membedakan informasi resmi dan palsu, serta meminimalisir potensi penyalahgunaan nama lembaga oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

russell

Bertrand Russell

"Perang tidak menentukan siapa yang benar, hanya siapa yang tersisa"
Load More >