Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional Primus Yustisio (Foto: DPR RI)

Nilai Tukar Rupiah Nyaris Rp17.700 per Dolar AS, Anggota DPR Primus Yustisio Minta Gubernur BI Mundur

18 May 2026
Font +
Font -
[ai_summarizer]

UPdates—Nilai tukar rupiah terus anjlok dan terpantau nyaris tembus Rp17.700 per dolar AS pada perdagangan Senin, 18 Mei 2026 siang yang menjadi level terlemah sepanjang sejarah.

You may also like : mohamad hekalRespons DPR Setelah Gubernur BI Mundur Mendadak

Pada Senin pagi, nilai tukar rupiah berada di level Rp17.658 per dolar AS. Angka ini melemah sekitar 61 poin atau 0,35 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.597.

You might be interested : captureBREAKING: Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo Mengundurkan Diri

Pada pukul 12.00 WIB, rupiah berada di level Rp17.676 per dolar AS. Nilai itu melemah 80 poin atau 0,45 persen dibandingkan penutupan sebelumnya

Menyusul makin anjloknya nilai tukar rupiah dalam beberapa hari terakhir, Komisi XI DPR RI hari ini memanggil Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo.

Ketua Komisi XI DPR RI, Muhammad Misbakhun mendesak Bank Indonesia bersama pemerintah untuk segera memperkuat langkah-langkah mitigasi.

Otoritas moneter diminta mengambil tindakan konkret di pasar agar nilai tukar ini tidak mempengaruhi harga barang pokok yang dapat menekan daya beli masyarakat.

Selain itu, BI juga diingatkan untuk terus menjaga kepercayaan pasar di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

Dalam sesi tanya jawab, para anggota DPR ramai-ramai melayangkan pertanyaan soal kondisi rupiah yang terus tertekan.

Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional Primus Yustisio bahkan meminta Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab moral.

“Mungkin saatnya sekarang Bapak mengundurkan diri. Tidak ada salahnya,” kata Primus dalam rapat sebagaimana dilansir Keidenesia.tv.

Video pernyataan Primus dengan cepat menyebar di media sosial.

Primus menilai langkah mundur bukan bentuk penghinaan, melainkan sikap gentleman layaknya yang terjadi di negara-negara seperti Korea Selatan dan Jepang ketika pejabat publik dinilai gagal menjalankan tugasnya dengan baik.

“Bapak akan lebih dihormati seperti di Korea ataupun di Jepang kalau tidak bisa melakukan tugas dengan baik,” ujarnya.

Primus menilai, kondisi ekonomi Indonesia menunjukkan anomali. Kurs rupiah terus melemah meski data kinerja ekonomi menunjukkan pertumbuhan mencapai 5,61% pada kuartal I 2026.

Beberapa legislator juga mempertanyakan indikator BI dalam menentukan nilai tukar rupiah, apakah posisinya terjaga atau tidak.

Wakil rakyat mempertanyakan itu merujuk pada tanggapan Bank Sentral yang kerap menyebut rupiah berada dalam posisi stabilitas yang terjaga, meskipun terjadi pelemahan nilai tukar Garuda.

Anggota DPR juga mempertanyakan upaya apa saja yang dilakukan BI agar rupiah bisa kembali menguat.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

capture

Mark Twain

"Rahasia untuk maju adalah memulai."
Load More >