
UPdates—Paris saint Germain (PSG) sukses mempertahankan gelar Liga Champions mereka dengan mengalahkan Arsenal di final.
You may also like :
Real Madrid Siapkan Rp2,3 Triliun untuk Bajak Saka dari Arsenal
Dalam laga di Puskas Arena, Budapest, PSG menang 4-3 dalam drama adu penalti setelah imbang 1-1 sepanjang 120 menit pertandingan.
You might be interested :
Hasil dan Klasemen Matchday ke-5 Liga Champions
Kai Havertz membawa Arsenal langsung unggul di menit ke-6. Ousmane Dembele kemudian menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat penalti pada menit ke-65.
Saat adu tos-tosan, empat algojo PSG; Goncalo Ramos, Desire Doue, Achraf Hakimi, dan Lucas Beraldo semuanya sukses menjalankan tugas. Hanya Nuno Mendes yang tidak mampu menaklukkan David Raya.
Sementara Arsenal, selain Viktor Gyökeres, Declan Rice, dan Gabriel Martinelli yang bisa menggetarkan jala gawang, dua algojo lainnya; Eberechi Eze dan Gabriel sama-sama gagal. Tembakan keduanya melenceng dari sasaran.
Dengan kemenangan ini, PSG menjadi tim kedua di era modern yang sukses mempertahankan gelar Liga Champions. Mereka mengikuti jejak Real Madrid yang melakukannya pada 2016/2017 dan 2017/2018 saat hattrick juara
Data dan Fakta Penting
Ini adalah final Piala Eropa atau Liga Champions ke-12 yang berakhir dengan adu penalti. Baik Arsenal maupun PSG sebelumnya belum pernah terlibat dalam final dengan adu penalti.
Sebelas final Liga Champions terakhir dimenangkan oleh tim yang mencetak gol pertama, sejak Real Madrid bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Atlético Madrid 4-1 pada tahun 2014.
PSG menyamai rekor Barcelona (1999/2000) untuk gol terbanyak dalam satu musim dari fase grup/liga dengan 45 gol.
Luis Enrique memenangkan final Liga Champions ketiganya sebagai pelatih, setelah sebelumnya memimpin Barcelona meraih gelar pada tahun 2015 dan PSG musim lalu – hanya Carlo Ancelotti dengan lima gelar yang lebih banyak.
Luis Enrique menjadi pelatih Spanyol pertama yang memenangkan gelar Piala Eropa/Liga Champions berturut-turut sejak José Villalonga, yang mencapai prestasi tersebut dengan Real Madrid pada 1955/56 dan 1956/57.
Ousmane Dembélé telah mencetak enam gol dalam empat penampilan terakhirnya di Liga Champions.
Kai Havertz menjadi pemain ketiga di era Liga Champions yang mencetak gol di dua final untuk dua klub berbeda (Chelsea dan Arsenal) setelah Cristiano Ronaldo (Manchester United dan Real Madrid) dan Mario Mandžukić (Bayern dan Juventus). Velibor Vasović (Partizan dan Ajax) juga berhasil melakukan hal yang sama di final Piala Eropa.
Gol Havertz pada menit keenam adalah yang tercepat di final Liga Champions sejak gol menit kedua Mohamed Salah untuk Liverpool melawan Tottenham pada 2019.
PSG menjadi tim kedua di era modern yang sukses mempertahankan gelar Liga Champions. Mereka mengikuti jejak Real Madrid yang melakukannya pada 2016/2017 dan 2017/2018 saat mereka hattrick juara.