(foto:Dok.KoleksiPerpustakaanPolri)

Sejarah Hari Ini, 2 Juni: Hari Lahir Tan Malaka

2 June 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Tan Malaka lahir di Nagari Pandam Gadang, Suliki, Sumatera Barat, pada 2 Juni 1897, dan dikenal sebagai Bapak Republik Indonesia.
  • Ia menggagas konsep negara Indonesia merdeka melalui bukunya 'Naar de Republiek' pada tahun 1925.
  • Tan Malaka menempuh pendidikan guru di Kweekschool Bukittinggi dan melanjutkan studinya ke Harlem, Belanda.
  • Ia menulis banyak karya, termasuk buku filosofis 'Madilog' yang terkenal.
  • Tan Malaka menggunakan lebih dari 23 nama samaran untuk menghindari pengejaran pemerintah kolonial Belanda dan rezim pendudukan.
  • Gagasan Tan Malaka memengaruhi tokoh-tokoh pendiri bangsa lainnya, seperti Soekarno dan Hatta.
  • Presiden Soekarno menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden RI No. 53 pada 28 Maret 1963.
atau

UPdates - Tan Malaka lahir di Nagari Pandam Gadang, Suliki, Sumatera Barat, pada 2 Juni 1897.

You may also like : gemini generated image 7crdqt7crdqt7crdPrakiraan Cuaca, 2 Juni: Malam Ini Berpotensi Hujan di Lutra, Pinrang, Tana Toraja, Toraja Utara dan Lutim

Sebagai sosok revolusioner yang dijuluki sebagai Bapak Republik Indonesia, Tan Malaka adalah orang pertama yang menggagas konsep negara Indonesia merdeka melalui bukunya yang berjudul Naar de Republiek (Menuju Republik Indonesia) pada tahun 1925.

You might be interested : images (11)Sejarah Hari Ini, 2 Juni: Hari lahir Tan Malaka

Lahir dengan nama Ibrahim dan menyandang gelar adat Datuk Sutan Malaka dari pihak ibunya, Tan Malaka menempuh pendidikan guru di Kweekschool (Sekolah Guru) Bukittinggi dan melanjutkan studinya ke Harlem, Belanda.

Ia dikenal sebagai pemikir ulung yang menulis banyak karya, termasuk buku filosofisnya yang terkenal, Madilog (Materialisme, Dialektika, dan Logika).

Pada masa perjuangan, ia hidup dalam pelarian konstan dan menggunakan lebih dari 23 nama samaran untuk menghindari pengejaran pemerintah kolonial Belanda dan rezim pendudukan.

Walaupun hidupnya berakhir tragis pada tanggal 21 Februari 1949, namun gagasan Tan Malaka sangat memengaruhi tokoh-tokoh pendiri bangsa lainnya, seperti Soekarno dan Hatta. Presiden Soekarno menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden RI No. 53 pada 28 Maret 1963.

Font +
Font -