
UPdates - Para pemimpin Persatuan Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) dilaporkan akan mengelar pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Rusia pada tanggal bulan Juni ini.
You may also like :
Jadi Saksi Perdamaian Gaza, Kabar Prabowo Akan ke Israel Bikin Heboh, Ini Penjelasan Menlu
Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Filipina Theresa Lazaro dalam sebuah unggahan di X yang menyebut bahwa dirinya dan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, berbicara melalui telepon tentang pertemuan ASEAN yang akan diadakan di kota Kazan, Rusia.
You might be interested :
Trump Sebut Rusia Macan Kertas, Putin: Kalau Begitu, Hadapi Saja Macan Kertas Ini
Disadur Keidenesia.TV dari ABCNews, Rabu, 3 Juni 2026, Kedutaan Besar Rusia di Manila mengatakan bahwa menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang rencananya akan digelar pada tanggal 17 hingga 18 Juni tersebut, Lavrov dan Lazaro membahas “prospek perluasan kemitraan strategis Rusia” dengan ASEAN.
Selain Filipina, anggota ASEAN lainnya meliputi Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, Timor Timur, dan Vietnam.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Rusia untuk memperdalam hubungan dengan negara-negara Asia Tenggara di tengah dinamika geopolitik global. Sebagian besar negara anggota ASEAN sebelumnya mendukung resolusi Majelis Umum PBB yang mengecam invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.
Namun, ASEAN tetap mempertahankan hubungan dengan Moskow sebagai mitra dialog. Blok regional tersebut juga terus melibatkan para pejabat Rusia dalam berbagai pertemuan tingkat tinggi yang diselenggarakan setiap tahun.
Di dalam ASEAN sendiri terdapat perbedaan pendekatan terhadap Rusia. Filipina, yang saat ini memegang presidensi bergilir ASEAN, dikenal sebagai sekutu dekat Amerika Serikat.
Sementara itu, sejumlah negara lain memiliki hubungan perdagangan dan keamanan yang kuat dengan Rusia maupun Tiongkok. Vietnam dan Laos termasuk negara yang memilih abstain dalam pemungutan suara PBB terkait konflik Ukraina.
Selain itu, beberapa anggota ASEAN seperti Filipina, Indonesia, Thailand, dan Vietnam telah mengimpor minyak mentah Rusia. Negara-negara tersebut juga menyatakan minat untuk membeli minyak tersebut setelah lonjakan harga energi global dalam beberapa bulan terakhir.
Seorang pejabat pemerintah Filipina menyebut Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr., diperkirakan akan menghadiri pertemuan tersebut. Namun, kehadiran pemimpin Singapura belum dapat dipastikan mengingat negara itu sebelumnya mengecam invasi Rusia dan menjatuhkan sanksi terhadap Moskow.
Sementara itu, pemimpin Myanmar kemungkinan besar tidak akan diizinkan menghadiri KTT. ASEAN masih mempertahankan larangan terhadap para pemimpin Myanmar untuk menghadiri pertemuan tingkat tinggi setelah tentara Myanmar secara paksa menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi yang terpilih secara demokratis pada tahun 2021, yang memicu perang saudara.