
UPdates – Media pemerintah Iran melaporkan terjadinya ledakan keras yang terdengar di Teheran dan sejumlah kota lain di Iran pada Senin pagi.
You may also like :
Houthi Yaman Akhirnya Bantu Iran, Mulai Serang Israel Hari Ini
“Beberapa ledakan terdengar di Teheran, Tabriz, dan Isfahan,” demikian unggahan televisi pemerintah Iran di Telegram, sebagaimana dilansir Keidenesia.TV dari ArabNews, Senin, 8 Juni 2026.
You might be interested :
Kisah Pilu Ibu-Ibu Gaza Mencari Putranya, 7.000 Warga Palestina Masih Hilang
Tak lama setelah itu, Israel secara resmi mengumumkan telah menyerang sejumlah target di Iran.
“Beberapa saat yang lalu, Angkatan Udara Israel menyerang target militer milik rezim teror Iran di Iran barat dan tengah,” demikian unggahan Pasukan Pertahanan Israel di Telegram.
Sebelumnya, pada Minggu, 7 Juni 2026 malam waktu setempat, Korps Garda Revolusi Islam Iran melancarkan serangan rudal balistik ke sejumlah posisi strategis militer Israel, termasuk ke Pangkalan Udara Ramat David di Israel dengan rudal.
Mereka menyebut serangan itu sebagai pembalasan atas serangan Israel di Lebanon selatan dan pinggiran selatan Beirut.
IRGC menuduh Israel dan Amerika Serikat melanggar gencatan senjata yang menurut Iran telah diterima pada 8 April, dengan menuduh adanya serangan berkelanjutan di Lebanon dan serangan terhadap kepentingan Iran di Selat Hormuz, Laut Oman, dan Samudra Hindia.
Sesaat setelah serangan rudal Iran ke Israel, Presiden AS Donald Trump langsung bereaksi dengan membujuk Netanyahu untuk tidak membalas.
“Israel telah melakukan serangan dan Iran juga telah melakukan serangan. Kita tidak membutuhkan serangan lain,” kata Trump. “Kita sudah sangat dekat dengan kesepakatan akhir dengan Iran. Ini akan menjadi kesepakatan yang baik. Saya tidak ingin kesepakatan ini gagal karena apa yang terjadi sekarang.”