
UPdates—Seorang mantan bintang pop cilik bernama Briohny Smyth menempuh jalur hukum terhadap Singapore Airlines (SIA) setelah serpihan dari tusuk sate diduga tersangkut di tenggorokannya dan merusak pita suaranya.
You may also like :
Aniaya dan Lecehkan 4 Wanita di Pesawat Singapore Airlines, Pria Tua Diseret ke Pengadilan
Briohny Smyth, 44 tahun, adalah seorang bintang pop keturunan Thailand-Australia di masa mudanya yang berhasil meraih predikat album platinum pada usia 13 tahun.
Setelah meninggalkan dunia hiburan, ia kemudian beralih profesi menjadi instruktur yoga di Los Angeles, California.
Menurut The Independent, pada 28 Juli 2024, Briohny Smyth sedang menempuh penerbangan kelas bisnis dengan pesawat SIA ketika ia tanpa sadar menelan serpihan tajam dan kasar dari tusuk sate ayam yang merupakan bagian dari hidangan dalam penerbangannya.
Briohny Smyth mengatakan bahwa saat itu ia sedang berada dalam penerbangan SIA SQ36 dari Singapura menuju Los Angeles.
Mengutip dokumen gugatan federal, serpihan tersebut, yang kabarnya berukuran 3,8 cm, kemudian tersangkut di tenggorokannya, menyebabkan rasa sakit, batuk hebat, dan kepanikan karena ia merasa tercekik.
Gugatan perdata yang diajukan pada 24 Juli tersebut juga menyatakan bahwa Briohny Smyth harus menanggung rasa sakit dan tekanan emosional saat ia berusaha mengeluarkan serpihan tersebut di tengah penerbangan.
Ia akhirnya berhasil mengeluarkannya, namun bukan tanpa dampak. Briohny Smyth dilaporkan mengalami ketidaknyamanan tenggorokan yang berkepanjangan, kelelahan vokal, suara serak, rasa sesak, serta nyeri saat berbicara dan bernyanyi dalam waktu lama setelah insiden tersebut.
Seorang ahli otolaringologi—dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan—diduga menyimpulkan bahwa Briohny Smyth mengalami jaringan parut dan trauma pada pita suaranya yang sesuai dengan cedera akibat benda asing yang tajam.
Gugatan tersebut juga menyatakan bahwa Briohny Smyth mengonsumsi makanan itu sebagaimana mestinya, dan bahwa cedera yang dialaminya berdampak pada mata pencahariannya karena ia membutuhkan suaranya untuk menjalankan profesinya sebagai penyanyi, pendidik, dan pembicara publik.
Selain itu, pengalaman tersebut juga disebut-sebut telah menimbulkan rasa cemas pada dirinya saat hendak makan atau bepergian dengan pesawat.
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari AsiaOne, Rabu, 5 Agustus 2026, SIA menyatakan bahwa mereka tidak dapat memberikan komentar mengenai masalah hukum yang sedang dalam proses pengadilan.