
UPdates—Harvard Medical School menyatakan telah sepakat untuk membayar US$53 juta (Rp938 miliar) guna menyelesaikan gugatan kelompok (class action) yang diajukan oleh kerabat para pendonor tubuh yang jenazahnya dicuri dan dijual di pasar gelap oleh mantan manajer kamar jenazah mereka.
You may also like :
Apple akan Bayar Rp4,3 Triliun pada Pembeli iPhone Gara-Gara Fitur AI
Dekan Harvard Medical School, George Q. Daley dan Bernard S. Chang, mengumumkan perkembangan ini dalam sebuah surat kepada komunitas kampus pada hari Selasa waktu setempat.
Keduanya menyebut tindakan mantan manajer kamar jenazah, Cedric Lodge, sebagai tindakan yang tercela, menjijikkan, dan merupakan pengkhianatan nyata terhadap nilai-nilai mereka sebagai komunitas medis.
Sembari menunggu persetujuan pengadilan, Harvard menyatakan bahwa dua dana penyelesaian gugatan kelompok dengan total nilai US$53 juta akan dibentuk untuk menyelesaikan perkara hukum tersebut.
Seorang juru bicara Harvard Medical School pada hari Kamis, 20 Agustus 2026 merujuk pada surat tersebut saat dimintai komentar menyatakan bahwa mereka tidak memiliki informasi tambahan untuk disampaikan.
Gugatan tersebut diajukan oleh 47 kerabat dari orang-orang yang jenazahnya diduga telah diperlakukan secara tidak semestinya dan dijual. Jenazah-jenazah tersebut sebelumnya didonasikan untuk tujuan penelitian dan pendidikan.
Harvard menyatakan tidak dapat memastikan secara tepat jenazah pendonor mana saja yang dicuri oleh Lodge.
Setelah Lodge didakwa pada tahun 2023, pihak kampus meninjau informasi dari penyelidik federal serta catatan mengenai waktu pengiriman jenazah pendonor untuk kremasi dan kehadiran Lodge di kampus, guna menentukan pendonor mana yang mungkin terdampak.
Penyelesaian ini mencakup kerabat atau pihak yang ditunjuk oleh orang-orang yang mendonasikan jenazah mereka ke Harvard Medical School antara 1 Januari 2018 hingga 31 Maret 2023.
Tahun lalu, Lodge dijatuhi hukuman delapan tahun penjara karena mencuri dan menjual bagian-bagian tubuh seolah-olah itu hanyalah pernak-pernik biasa.
Pihak berwenang menyatakan bahwa Lodge merupakan tokoh utama dalam praktik mengerikan di mana ia mengirimkan otak, kulit, tangan, dan wajah dari jenazah kepada para pembeli di Pennsylvania dan wilayah lainnya.
Istrinya, Denise Lodge, dijatuhi hukuman penjara sedikit lebih dari satu tahun karena membantu tindakan suaminya tersebut.
Menurut pihak Harvard, enam orang lainnya yang membeli sisa-sisa jenazah dari Cedric Lodge juga telah mengaku bersalah dan dijatuhi hukuman.
Dalam salah satu kasus, Cedric Lodge memberikan kulit jenazah kepada seorang pembeli agar dapat disamak menjadi bahan kulit dan dijadikan sampul buku.
“Sebuah kenyataan yang sangat mengerikan," ungkap Asisten Jaksa AS Alisan Martin dalam dokumen pengadilan sepert dilaporkan AP sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Asia One, Jumat, 21 Agustus 2026.
Setelah Harvard selesai menggunakan jenazah yang didonasikan untuk keperluan penelitian atau pengajaran, jenazah tersebut biasanya dikembalikan kepada pihak keluarga atau dikremasi.
Lodge mengakui telah mengambil bagian-bagian tubuh sebelum proses kremasi dilakukan. Pihak Harvard menyatakan bahwa tindakan tersebut dilakukannya tanpa sepengetahuan atau izin dari pihak universitas.
Dalam surat mereka, Daley dan Chang menyatakan bahwa tindakan Lodge tidak mencerminkan rasa hormat Harvard terhadap individu-individu dermawan yang dengan tulus menyumbangkan jenazah mereka untuk Program Hibah Anatomi universitas tersebut.
"Kami kembali menyampaikan rasa duka dan empati yang mendalam kepada keluarga para donor yang mungkin terdampak oleh kejadian ini," ujar mereka.
Selain pembayaran kompensasi, Harvard Medical School sepakat untuk memberikan pernyataan kepada pihak keluarga yang mengecam tindakan Lodge serta merangkum berbagai perbaikan yang telah dilakukan terhadap Program Hibah Anatomi.
Pihak universitas juga berencana menyediakan beasiswa bantuan keuangan tahunan bagi mahasiswa kedokteran mulai tahun akademik 2027-2028 sebagai bentuk penghormatan bagi para donor anatomi.
Harvard menyatakan telah menerapkan rekomendasi dari panel ahli independen yang ditunjuk pada tahun 2023 untuk meninjau program tersebut setelah Lodge didakwa.