
UPdates—Direktur CIA John Ratcliffe ke Rusia melakukan kunjungan mendadak ke Rusia dan Washington meminta Kyiv untuk menghentikan sementara serangan terhadap Moskow dan St. Petersburg. Permintaan ini dikonfirmasi oleh pejabat Ukraina kepada sejumlah media.
You may also like :
Ingatkan tak Usik Militer AS, Menhan Hegseth: Kami Bisa Serang Iran Kembali
Mengutip seorang pejabat senior Ukraina, CBS News melaporkan bahwa pihak Amerika memberi tahu Kyiv sebelum perjalanan Ratcliffe bahwa sebuah delegasi senior akan pergi ke Moskow dan meminta Ukraina untuk menangguhkan serangan sampai delegasi tersebut bertolak kembali.
You might be interested :
Setelah Pertemuan Tertutup dengan Direktur CIA, Prabowo Temui Presiden Joe Biden di Gedung Putih
Sumber-sumber di lingkungan pemerintah Ukraina secara terpisah mengonfirmasi permintaan tersebut kepada lembaga penyiaran publik Ukraina, Suspilne, dengan merinci bahwa Washington telah meminta Ukraina untuk tidak menyerang Moskow maupun St. Petersburg selama kunjungan berlangsung.
Ratcliffe tiba di Moskow pada hari Selasa waktu setempat untuk melakukan pertemuan dengan para pejabat Rusia, menurut CBS News, Axios, dan media AS lainnya.
CBS News menyatakan bahwa sumber-sumber yang mengetahui situasi tersebut membenarkan keberadaan Ratcliffe di ibu kota Rusia untuk serangkaian pertemuan, meskipun tujuan perjalanan maupun identitas pejabat yang ditemuinya tidak diungkapkan.
Ini merupakan perjalanan pertama Ratcliffe ke Moskow sebagai direktur CIA dan kunjungan tingkat tertinggi oleh pejabat pemerintahan Trump ke Rusia sejak bulan Januari.
Pendahulunya, William Burns, pernah berkunjung ke Moskow pada November 2021, beberapa bulan sebelum Rusia meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina.
Saat itu, Burns bertemu dengan pejabat senior Rusia dan berbicara dengan Vladimir Putin untuk memperingatkan agar tidak melakukan invasi, demikian dilaporkan CBS News.
Keberadaan Ratcliffe di Rusia terungkap setelah data pelacakan penerbangan menunjukkan pesawat angkut C-17 Globemaster III milik Angkatan Udara AS terbang dari AS menuju Latvia, lalu melanjutkan perjalanan ke Moskow.
Menurut laporan CBS News, pesawat tersebut terlihat di bandara Moskow bersama iring-iringan kendaraan diplomatik AS.
Suspilne kemudian melaporkan bahwa pesawat yang sama telah lepas landas dari Vnukovo dan kembali menuju Riga.
Pihak Kremlin awalnya menyatakan tidak memiliki informasi mengenai pesawat militer AS tersebut dan menegaskan bahwa tidak ada pertemuan yang dijadwalkan antara pejabat Kremlin dan perwakilan pemerintah AS pada minggu itu.