Mohsen Rezaei (Foto: Reuters)

Bantah Target Putra Trump, Kepala keamanan Iran: Kami Akan Kirim Netanyahu ke Neraka

28 August 2026
Font +
Font -

UPdates—Iran mengeluarkan peringatan baru kepada Amerika Serikat dan Israel, mengancam akan melakukan konfrontasi keras jika blokade AS terus berlanjut dan menjanjikan respons baru jika pertempuran dengan Israel kembali pecah.

You may also like : netanyahu anadoluNetanyahu Bersumpah Gagalkan Pembentukan Negara Palestina, Abbas: Sudah Ada, Dunia Mengakuinya

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, juga memperingatkan bahwa Teheran dapat menargetkan kepentingan ekonomi Amerika di seluruh kawasan seiring meningkatnya tekanan Washington terhadap Iran.

You might be interested : trump misi selesaiDonald Trump Diejek di Dunia Maya Usai Nyatakan “Misi Berhasil” di Iran

Rezaei menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara dengan Al-Manar, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita Iran, IRIB.

Ia secara langsung mengancam Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan menyatakan bahwa tindakan Netanyahu telah mempercepat keruntuhan rezim Israel.

"Kami akan mengirim Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri rezim Zionis, ke neraka," ujar Rezaei, menurut laporan IRIB sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Zee News, Jumat, 28 Agustus 2026.

Rezaei juga menuduh Netanyahu menyebarkan informasi palsu mengenai dugaan rencana Iran untuk membunuh putra Presiden AS Donald Trump.

Ia mengklaim laporan-laporan tersebut telah menimbulkan kekhawatiran di Washington dan memengaruhi pengambilan keputusan Trump.

Iran Ancam Kepentingan Ekonomi AS

Rezaei memperingatkan bahwa tekanan ekonomi yang terus berlanjut dari Washington dapat memicu konfrontasi keras antara Iran dan Amerika Serikat.

Ia mengatakan Teheran akan merespons setiap eskalasi dengan menargetkan kepentingan ekonomi AS di kawasan tersebut.

"Beralihnya AS ke tekanan ekonomi menunjukkan sia-sianya serangan militer, dan kami akan merespons setiap eskalasi ketegangan ekonomi dengan langkah balasan yang menargetkan kepentingan ekonomi AS di kawasan ini," ujarnya.

Rezaei juga mengklaim Iran mengekspor antara 70 juta hingga 80 juta barel minyak selama masa gencatan senjata.

Menurutnya, Teheran telah berhasil menembus blokade laut dan melanjutkan ekspor minyaknya meskipun ada tekanan.

“Melanjutkan pengepungan berarti konfrontasi keras dengan musuh Amerika. Kami mengekspor 80 juta barel minyak selama masa gencatan senjata. Jika blokade berlanjut, kami akan menargetkan kepentingan ekonomi Amerika sepenuhnya, dengan intensitas dan kekuatan penuh,” tegas Rezaei.

Iran Memperingatkan Israel Terkait Lebanon

Rezaei juga mengeluarkan peringatan mengenai situasi yang melibatkan Israel dan Lebanon. Ia menyatakan bahwa Dahiyeh dan Beirut adalah “garis merah” bagi Iran dan memperingatkan bahwa konflik berikutnya tidak akan sama dengan perang-perang sebelumnya.

“Kami memantau situasi ini dengan sangat serius. Israel akan dipaksa mundur dari wilayah pendudukan di Lebanon. Jika konflik kembali pecah, kami bersiap menghadapi fase baru; perang apa pun di masa depan akan berbeda dari perang-perang sebelumnya,” ujarnya.

Pembicaraan AS-Iran Masih Terhenti

Peringatan ini muncul di tengah pernyataan Washington bahwa saat ini tidak ada negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.

Mantan sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan pembicaraan hanya akan dilanjutkan jika Teheran siap kembali ke meja perundingan secara substantif.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa ia tidak menetapkan tenggat waktu pasti bagi Iran untuk melanjutkan pembicaraan.

Ia mengatakan AS sedang “menang besar” dan bahwa tindakan militer maupun tekanan ekonomi terbukti efektif.

Sementara itu, Netanyahu menyambut baik sanksi terbaru AS terhadap Iran.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

images (9)

Christopher Paolini

"Tanpa rasa takut, tidak akan ada keberanian."
Load More >