
UPdates—Seorang warga Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, tewas dalam kericuhan di Jalan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat, Jumat, 28 Agustus 2026 din hari.
Warga bernama Bambang Setiyawan (59), seorang penjual cermin di pinggir Jalan Penjompongan Raya, Jakarta Pusat tewas dikeroyok puluhan orang tak dikenal.
Kericuhan tersebut terjadi usai pembubaran massa demonstrasi di kawasan Pejompongan Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Kamis, 27 Agustus malam.
You might be interested :
Sejumlah Orang Ditangkap Jelang Demo 27 Agustus, Total 62 Aksi di Jakarta Hari Ini
Istri almarhum, Sudarsih, 57, menuturkan, Bambang Setiawan, warga RT 002 RW 06 Kelurahan Bendungan Hilir pada Kamis sore masih sempat berjualan cermin hingga pukul 16.30 WIB.
Melihat massa yang makin banyak, Sudarsih meminta suaminya untuk segera menutup tempat usaha mereka lebih awal dari jadwal biasanya.
Sekitar pukul 20.30 hingga 21.00 WIB, massa demonstrasi mulai terdorong mundur ke permukiman.
Menganggap situasi sudah mereda, Bambang memutuskan keluar dari rumah. Sudarsih mengaku tidak melarang suaminya pergi karena hal tersebut sudah biasa terjadi jika ada keramaian di sekitar wilayah mereka.
"Dia itu biasanya cuma nonton. Kadang-kadang membantu mengucurkan air buat cuci muka orang-orang. Makanya saya biarkan saja," ungkap Sudarsih saat dijumpai di kedalamannya, Jumat, 28 Agustus 2026 sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Jawa Pos.
Kekhawatiran keluarga mulai muncul ketika korban tidak kunjung pulang hingga larut malam. Pada Jumat sekitar pukul 01.30 WIB dini hari, Sudarsih dibantu anaknya akhirnya mencari keberadaan Bambang ke tetangga dan Ketua RT setempat. Akan tetapi hasilnya nihil dan tidak ada kabar soal Bambang.
Keberadaan korban baru ketahuan sekitar pukul 04.00 WIB dini hari. Sang anak mengenali wajah korban melalui sebuah rekaman video pengeroyokan yang beredar di media sosial.
"Justru kita tahunya dari video. Kita tidak ada yang lihat jelas posisi dipukulin atau dibawanya," jelasnya.
Jasad Bambang langsung dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati dan kini telah dimakamkan. Pihak keluarga menduga korban tewas di tempat kejadian perkara akibat luka pengeroyokan tersebut.