
UPdates - Wilayah Kobagma, ibu kota Kabupaten Mamberamo Tengah, Provinsi Papua Pegunungan, diguncang gempa bumi tektonik pada hari Rabu, 2 September 2026, pukul 07.04.56 WIB.
You may also like :
BMKG: 1-7 September, Sejumlah Wilayah di Indonesia Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang
Dalam keterangan tertulisnya yang dilansir Keidenesia.TV dari laman resmi BMKG, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto menjelaskan bahwa hasil analisis menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,3 pada kedalaman 70 km.
You might be interested :
Jumat Pagi Gempa Bumi Tektonik Magnitudo 5,9 Guncang Laut Maluku
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3,29° LS ; 139,31° BT, atau tepatnya berlokasi di darat 55 km Timur Laut Kobagma, Papua Pegunungan. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat deformasi dalam kerak bumi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault).
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah) di Bonggo, Sarmi; Pantai Timur, Sarmi; Kaureh, Jayapura.
Hingga pukul 07.21.56 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
BMKG menyebut akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat.
BMKG juga menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Masyarakat juga diingatkan agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi.