
UPdates—Empat gunung api Indonesia erupsi pada Minggu, 6 September 2026. Keempat gunung api yang erupsi bersamaan tersebut yakni Gunung Anak Krakatau (Selat Sunda), Gunung Ibu (Halmahera Barat), Gunung Illi Lewotolok (Nusa Tenggara Timur), dan Gunung Semeru (Jawa Timur).
You may also like :
Gunung Ibu di Halmahera Barat Erupsi di Awal Tahun, Abu Vulkanik Capai 800 Meter
Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi sejak Jumat malam hingga Minggu, 6 September.
You might be interested :
Akan Dibuka Presiden Prabowo, Berikut Jadwal Muktamar ke-35 NU
"Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Minggu, 06 September 2026, pukul 07:10 WIB. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 16 detik," demikian pengumuman Badan Geologi Kementerian ESDM yang dilansir Keidenesia.tv pada Minggu, 6 September 2026.
Gunung Ibu di Provinsi Maluku Utara juga dilaporkan erupsi pada Minggu.
"Terjadi erupsi G. Ibu pada hari Minggu, 06 September 2026, pukul 04:55 WIT. Tinggi kolom letusan teramati ± 400 m di atas puncak (± 1725 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 15 mm dan durasi 35 detik," jelas Badan Geologi dalam rilisnya.
Gunung Api Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kembali mengalami serangkaian erupsi dalam 48 jam terakhir.
Letusan terkuat terjadi pada Minggu, 6 September pukul 06.41 WITA. Kolom abu teramati mencapai 600 meter di atas puncak atau setara 2.023 meter di atas permukaan laut.
Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami erupsi pada Minggu, 6 September pukul 07.51 WIB.
Berdasarkan laporan Badan Geologi, erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi 102 detik.
Tinggi kolom abu teramati mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak dan Badan Geologi meminta masyarakat di sekitara Gunung Semeru tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," tulis Badan Geologi.
Sebelumnya, pada 31 Agustus lalu, enam gunung berapi di Indonesia juga erupsi bersamaan pada hari yang sama.