
UPdates—Suara ledakan terdengar di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, pada Sabtu dini hari.
You may also like :
Arab Saudi Kehabisan Rudal Pencegat, AS Tolak Terlibat Lawan Houthi, Minta Bantuan Inggris dan Prancis
Xinhua melaporkan bahwa warga setempat menerima peringatan pertahanan udara melalui aplikasi seluler.
You might be interested :
Ucapan Selamat Idulfitri Ronaldo Disukai Jutaan Orang
Seorang jurnalis Reuters mendengar setidaknya dua suara dentuman keras di kawasan Olaya, Riyadh.
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Reuters, Sabtu, 19 September 2026, Pertahanan Sipil Saudi menyatakan situasi aman pada Sabtu dini hari setelah sebelumnya mengeluarkan peringatan mengenai potensi bahaya di Riyadh dan kota Al-Kharj (di sebelah timur ibu kota), di tengah meningkatnya serangan oleh kelompok Houthi.
Peringatan bahaya ini merupakan yang pertama bagi ibu kota kerajaan itu sejak kelompok Houthi di negara tetangga, Yaman, meningkatkan serangan mereka terhadap Arab Saudi.
Sebelumnya, otoritas pertahanan sipil Saudi mengeluarkan peringatan darurat di tujuh wilayah, memperingatkan warga mengenai ancaman yang tidak disebutkan secara spesifik dan mengimbau mereka untuk mengikuti instruksi yang dikirimkan melalui platform peringatan dini nasional.
Menurut unggahan terpisah dari pihak pertahanan sipil di X, peringatan tersebut dikeluarkan untuk Jeddah, Taif, Yanbu, AlUla, Khamis Mushait, Jazan, dan Abha.
Pihak berwenang tidak merinci jenis ancaman yang memicu peringatan tersebut ataupun melaporkan adanya korban jiwa maupun kerusakan.
Dilansir dari Anadolu, otoritas pertahanan sipil kemudian menyatakan bahwa bahaya telah berlalu di kelima provinsi tersebut.
Peringatan tersebut muncul sehari setelah otoritas Saudi menyatakan bahwa satu orang tewas dan dua lainnya terluka akibat jatuhnya puing-puing dari pesawat nirawak (drone) Houthi yang dicegat di atas wilayah Taif, di bagian barat kerajaan tersebut.
Otoritas Saudi telah mengeluarkan peringatan serupa dalam beberapa hari terakhir di sejumlah wilayah, termasuk Abha dan Khamis Mushait, sebelum kemudian mengumumkan bahwa bahaya telah berlalu.
Pada tanggal 20 Juli, kelompok Houthi Yaman mengumumkan apa yang mereka sebut sebagai blokade maritime terhadap Arab Saudi, sebelum kemudian mengklaim telah melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak terhadap kapal serta berbagai lokasi milik Saudi.
Arab Saudi memimpin koalisi yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional sejak Maret 2015 untuk melawan kelompok Houthi, yang telah menguasai ibu kota Sanaa dan beberapa provinsi sejak September 2014.