Kontes Miss Universe 2025 di Bangkok (Foto: Getty Images)

Pemilik Berselisih, Miss Universe: Kontestan Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Laos tidak Bisa Ikut Tahun Ini

22 September 2026
Font +
Font -
[ai_summarizer]

UPdates—Enam kontestan dari Asia Tenggara kemungkinan besar akan absen dari ajang Miss Universe tahun ini setelah perselisihan antara dua kelompok pemilik kontes tersebut menimbulkan keraguan mengenai kelayakan mereka untuk berkompetisi.

Pada tanggal 18 September, JKN Universe LLC, perusahaan pemilik merek Miss Universe, menyatakan bahwa kontestan dari Thailand, Indonesia, Vietnam, Laos, Malaysia, dan Singapura tidak memenuhi syarat untuk berkompetisi dalam ajang Miss Universe ke-75 di Puerto Riko pada bulan November.

Dalam sebuah pernyataan, perusahaan tersebut menyebutkan bahwa Miss Universe Eastern Pte Ltd—perusahaan yang dikelola oleh pengusaha asal Thailand, Nawat Itsaragrisil—tidak memiliki wewenang untuk memberikan atau mengalihkan hak atas merek Miss Universe.

You might be interested : fatima missunverseSempat Dikatai Bodoh, Fátima Bosch dari Meksiko Jadi Miss Universe 2025

Pihaknya menyatakan bahwa perjanjian waralaba untuk keenam negara tersebut dibuat tanpa adanya perjanjian lisensi yang sah dengan JKN Universe, sehingga dianggap tidak sah dan batal demi hukum sejak awal.

Pengumuman tersebut ditolak oleh MU East, pihak yang bertanggung jawab atas wilayah timur kontes tersebut.

MU East menyatakan bahwa mereka tidak meninjau atau menyetujui pernyataan itu dan bahwa pernyataan tersebut tidak mencerminkan posisi yang disepakati oleh kedua pemilik Miss Universe.

Klaim MU East, mereka memiliki hak kontraktual untuk mengirimkan enam delegasi yang telah dipilih secara sah dan memenuhi syarat dari Thailand, Indonesia, Vietnam, Laos, Malaysia, dan Singapura, yang partisipasinya seharusnya tidak dihalangi, ditunda, atau terdampak oleh perselisihan antara kedua belah pihak.

Mereka juga menolak upaya JKN Universe untuk membatalkan perjanjian waralaba tersebut.

"MU East tidak dapat menerima pembatalan perjanjian sah yang dibuat berdasarkan hak wilayahnya hanya melalui pernyataan publik sepihak," demikian bunyi pernyataan mereka sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Independent, Selasa, 22 September 2026.

Ini menempatkan para kontestan dalam situasi yang rumit: satu pihak dalam organisasi mengklaim mereka tidak dapat berkompetisi, sementara pihak lainnya menyatakan bahwa posisi mereka dilindungi oleh perjanjian dengan pemegang waralaba nasional.

Itsaragrisil ditunjuk sebagai kepala eksekutif MU East pada tanggal 31 Juli dan disebut-sebut memimpin tim yang mewakili 95 negara.

Ia menyatakan akan bekerja sama dengan direktur nasional, delegasi, dan mitra komersial di seluruh wilayah timur. Saat berbicara dalam konferensi pers pada 18 September, ia menyatakan dukungannya kepada keenam kontestan dan mengatakan bahwa mereka akan tetap berangkat ke Puerto Riko meskipun ada pengumuman dari JKN Universe.

"Saya tidak akan pergi, tetapi para kontestan pasti akan berangkat," ujar Itsaragrisil, sebagaimana dilaporkan oleh The Nation.

Dari enam negara yang terdampak, sejauh ini baru Thailand yang telah memilih perwakilannya, dengan Tharina Botes dinobatkan sebagai Miss Universe Thailand pada bulan Agustus. Malaysia dan Vietnam dijadwalkan akan memilih kontestan mereka bulan depan.

Pada kompetisi tahun lalu di Bangkok, beberapa kontestan meninggalkan acara pra-kontes setelah Itsaragrisil secara terbuka menegur Miss Meksiko, Fátima Bosch, terkait partisipasinya dalam kegiatan promosi.

Itsaragrisil menyebut Bosch "bodoh" dalam insiden tersebut dan meminta petugas keamanan untuk mengeluarkannya dari acara.

Konfrontasi itu memicu sejumlah kontestan—termasuk Victoria Kjær Theilvig dari Denmark yang saat itu menyandang gelar Miss Universe—untuk ikut pergi sebagai bentuk dukungan terhadap Bosch.

Presiden Miss Universe, Raúl Rocha, kemudian mengecam perilaku Itsaragrisil dan menyatakan bahwa keterlibatannya dalam kompetisi tahun 2025 akan dibatasi.

"Jika ada yang merasa tidak enak badan, merasa tidak nyaman, atau merasa terdampak, saya memohon maaf kepada semuanya. Saya sudah berbicara dan meminta maaf kepada para peserta lain yang berada di ruangan itu, yang berjumlah sekitar tujuh puluh lima orang," kata Itsaragrisil ketika menyampaikan permintaan maaf dalam bahasa Thailand.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

capture

Mark Twain

"Rahasia untuk maju adalah memulai."
Load More >