
UPdates - Wilayah Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara diguncang gempa bumi tektonik magnitudo (M) 5,2 pada dari Selasa, 22 September 2026, pukul 06:48:16 WIB.
You may also like :
Peringatan Dini BMKG, 22 September 2026: Gowa, Luwu, Lutim, Lutra dan Wajo Siaga Udara Panas
Dalam keterangan tertulisnya, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5.0 pada kedalaman 13 km.
You might be interested :
Gempa Magnitudo 6.4 Guncang Filipina, Getaran Terasa hingga Sulawesi Utara
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4,56° LU; 125,30° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 107 km barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.
Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust fault).
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas:
IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah) di Kepulauan Marore, Kepulauan Sangihe.
III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu) di Kendahe, Kepulauan Sangihe; Nusa Tabukan, Kepulauan Sangihe; Kota Tahuna.
II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang) di Kota Melonguane.
Hingga pukul 07:10 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan tidak adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diimbau untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi.