Momen saat Daisy tampak memberikan isyarat 'acungan jempol' kepada ibunya (Foto: Cover Images)

Divonis tak akan Selamat Saat Lahir, Bayi Angkat Jempol di Dalam Perut saat MRI setelah Ibunya Berdoa Agar Dia Beri Tanda Kalau Baik-Baik Saja

25 September 2026
Font +
Font -
[ai_summarizer]

UPdates—Tidak ada yang mustahil kalau Sang Pengatur Takdir berkehendak. Sesuatu yang tampaknya mustahil bisa menjadi mungkin.

You may also like : erdogan prabowo setpresErdogan Usulkan Hapus Hak Veto Dewan Keamanan PBB Milik AS, China, Rusia, Inggris, dan Prancis

Kisah Chloe Rooker dan putri kecilnya Daisy membuktikan hal tersebut. Saat hamil, Chloe Rooker diminta bersiap menghadapi kemungkinan terburuk setelah menerima diagnosis tragis. Saat itu, ia nyaris kehilangan harapan.

Namun, sesuatu yang di luar nalar terjadi. Sang bayi memberikan isyarat ‘acungan jempol’ dalam sebuah pemindaian. Bayi itu seolah mengirim pesan bahwa ia tidak apa-apa dan siap lahir ke bumi menemani ibunya.

Putri Chloe Rooker, Daisy, kini tumbuh menjadi anak berusia tiga tahun yang ceria setelah berhasil melampaui segala prediksi medis yang suram; sang ibu yakin bahwa putrinya telah memberikan ‘tanda yang jelas’ bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Chloe mengetahui bahwa ia mengandung bayi perempuan pada tahun 2022 dan telah memilih nama Daisy. Namun, saat menjalani pemindaian anomali pada usia kehamilan 20 minggu, muncul kekhawatiran mengenai kondisi otak bayi tersebut.

Ia segera dirujuk ke dokter spesialis neonatologi, dan pemeriksaan lebih lanjut mengonfirmasi bahwa janinnya mengalami ventrikulomegali—penumpukan cairan abnormal di otak—serta kondisi ginjal dupleks (ginjal ganda).

Chloe, 27 tahun, diberi tahu bahwa peluang Daisy untuk bertahan hingga cukup bulan semakin menipis setiap harinya, dan jika pun berhasil lahir, bayi itu akan mengalami rasa sakit yang hebat.

Opsi terminasi kehamilan di usia lanjut sempat dibahas, sebuah gagasan yang hingga kini masih ‘menghantui’ pikirannya. Terminasi adalah pilihan medis atau hukum untuk mengakhiri masa kehamilan sebelum waktunya lahir.

Diliputi rasa ‘mati rasa yang luar biasa’, Chloe masuk ke dalam ‘mode bertahan hidup’ dan meminta orang-orang di sekitarnya untuk tidak membicarakan hal tersebut dengannya.

“Saya hanya ingin melakukan yang terbaik untuknya di setiap tahapan proses ini,” jelasnya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Metro, Jumat, 25 September 2026.

“Saya rasa saat itu kendali diri saya sangat bergantung pada faktor eksternal; saya merasa tak berdaya dan lebih banyak berada dalam mode bertahan hidup,” lanjutnya.

Selama 15 minggu berikutnya, Chloe menjalani pemindaian dan MRI setiap dua minggu sekali untuk memantau cairan di ventrikel otak Daisy.

Di sela-sela salah satu pemindaian itulah ia mendapatkan ‘tanda yang jelas’ yang memberinya ketenangan.

Saat dalam perjalanan menuju lokasi pemeriksaan, Chloe berbicara kepada bayinya yang belum lahir.

“Katakan pada mereka, Daisy, katakan ‘pergi sana’, aku baik-baik saja,” ujarnya kepada bayi dalam perutnya saat itu.

Saat pemindaian berlangsung, dokter spesialis tiba-tiba tertawa karena bayi di layar tampak sedang mengacungkan jempol ke arah mereka.

“Rasanya seperti momen penemuan yang luar biasa (eureka) dan hal itu sungguh memberi saya ketenangan untuk beberapa waktu,” kata Chloe.

“Sekarang, saat menengok kembali kejadian itu, saya menganggapnya sebagai tanda yang sangat nyata dan menakjubkan darinya bahwa ia akan baik-baik saja,” lanjutnya.

Ia mengaku begitu takjub saat bayinya benar-benar merespons permintaannya untuk memberinya isyarat.

"Pada dasarnya dia meniru persis apa yang saya katakan—sejauh yang bisa dilakukan oleh bayi yang belum lahir di dalam rahim," tuturnya.

Rasa takjub sang ibu terus berlanjut. Setelah Daisy lahir, ia harus menjalani pemeriksaan USG melalui ubun-ubunnya agar kondisi otaknya bisa diperiksa.

Dalam sebuah keajaiban medis, para dokter anak sempat bertanya-tanya "apakah mereka memindai bayi yang tepat" karena kondisi ventrikulomegali Daisy telah sembuh total dengan sendirinya.

"Mereka mengira akan memeriksa bayi yang kondisinya sangat sakit. Saya rasa, karena adanya kelainan yang terdeteksi saat di dalam kandungan, mereka sangat berhati-hati untuk memastikan tubuhnya berfungsi dengan baik—sesuatu yang sangat saya syukuri,” ungkap Chloe.

Daisy kini berusia tiga tahun. Ia harus menjalani berbagai pemeriksaan di rumah sakit selama tahun pertama hidupnya, namun dokter tidak pernah menemukan masalah apa pun.

Chloe mengakui bahwa ia khawatir setiap hari kalau-kalau muncul masalah baru, namun ia menambahkan bahwa Daisy benar-benar sempurna dan membuatnya merasa lebih bangga daripada yang pernah ia bayangkan sebelumnya.

"Saya sudah sangat mencintainya bahkan sebelum ia lahir, dan begitu ia lahir, rasanya ia akhirnya berada di sisi saya—tempat yang memang seharusnya menjadi miliknya," ujar Chloe.

Chloe ingin menegaskan bahwa ia tidak bermaksud mencela upaya NHS (National Health Service). Menurutnya, sistem layanan kesehatan masyarakat yang didanai oleh publik di Inggris Raya itu sudah luar biasa.

Ia juga menyatakan tidak bermaksud memaksakan agenda tertentu maupun menghakimi siapa pun yang berada dalam situasi serupa.

"Saya tidak bisa menemukan orang lain yang mengalami hal serupa saat saya sedang berada di tengah situasi sulit itu. Namun, semakin banyak orang yang saya ajak bicara, semakin saya menyadari betapa banyaknya orang yang memiliki kisah untuk diceritakan," jelasnya.

Pengalaman tersebut membuat Chloe menjadi pribadi yang lebih tangguh. Lulusan psikologi ini bahkan mulai mengambil tantangan baru, termasuk mengikuti lomba lari half-marathon.

Ia bahkan berencana melakukan terjun payung (skydiving) pada tahun 2027 untuk menggalang dana bagi para orang tua yang kehilangan bayi mereka.

Chloe juga telah membentuk komunitas @cr_share di Instagram sebagai wadah bagi orang-orang untuk saling berbagi cerita dan mendapatkan dukungan, baik selama maupun setelah masa kehamilan.

"Itu adalah masa terberat dalam hidup saya, tetapi menurut saya itulah alasan mengapa saya menulis dan mencoba berbagi kisah ini untuk membantu orang lain; saya tidak ingin membiarkan suatu kejadian buruk tetap menjadi sekadar hal yang buruk saja," kata Chloe.

"Aku harus mengubahnya menjadi sesuatu yang lebih positif, dan aku tidak ingin kehamilanku tersimpan dalam ingatanku sebagai hal yang negatif," tandasnya.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

capture

Mark Twain

"Rahasia untuk maju adalah memulai."
Load More >