
UPdates—Wanita Filipina, Mary Jane Veloso yang menghabiskan waktu hampir 15 tahun dalam daftar terpidana mati di Indonesia akibat kasus penyelundupan narkoba akhirnya bebas setelah menerima pengampunan presiden.
You may also like :
Penembakan di SMA Filipina, 6 Siswa Tewas, 17 Terluka
Dengan wajah berseri-seri, Mary Jane Veloso memegang dokumen yang ditandatangani Presiden Ferdinand Marcos—yang memberikan pengampunan mutlak baginya—setelah keluar dari sel penjaranya di Manila pada Jumat malam.
You might be interested :
Sudah Nyaris Dieksekusi di 2015, Penyelundup Narkoba Mary Jane Nyanyikan Indonesia Raya di Bandara sebelum Pulang ke Filipina
"Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada presiden kita tercinta yang telah memulihkan nama baik saya dan mengizinkan saya untuk berkumpul kembali dengan keluarga," ujarnya dalam sebuah konferensi pers sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari AFP, Sabtu, 26 September 2026.
Mary Jane Veloso mengatakan ia sangat menantikan saat bisa berkumpul kembali dengan kedua putranya.
"Saya tidak bisa mendampingi mereka saat mereka tumbuh besar, namun saya yakin belum terlambat," katanya.
Mary Jane ditangkap dan dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan Indonesia pada tahun 2010 setelah koper yang dibawanya kedapatan berisi 2,6 kilogram heroin yang disembunyikan di lapisan dalamnya.
Indonesia menunda eksekusinya pada tahun 2015 setelah pihak berwenang Filipina menangkap orang yang diduga merekrutnya. Orang tersebut dituduh telah menipu Mary Jane Veloso agar membawa koper dengan dasar palsu yang berisi narkoba ilegal itu.
Pemerintah Indonesia menyerahkannya ke Filipina pada tahun 2024 melalui "pengaturan praktis" untuk pemulangannya, yang memungkinkannya menjalani sisa masa hukumannya di penjara Filipina.
"Saya beri kabar eksklusif: Saya menandatangani pengampunannya kemarin," ujar Marcos kepada para wartawan pada hari Jumat sebelumnya.
Mary Jane Veloso sebelumnya pergi ke Indonesia untuk mencari pekerjaan sebagai asisten rumah tangga, dan kasusnya sempat memicu kehebohan besar di Filipina.
Banyak orang Filipina menganggapnya sebagai sosok teladan dari diaspora ekonomi Filipina—jutaan warga Filipina usia produktif yang mencari pekerjaan dengan bayaran lebih baik di luar negeri demi membantu keluarga mereka keluar dari kemiskinan yang meluas.
Ia dan para pendukungnya bersikeras bahwa ia telah ditipu oleh sindikat narkoba internasional.
"Mereka sangat bahagia," ujar ibunya, Celia Veloso, sebelumnya saat menceritakan reaksi kedua putra Mary Jane Veloso setelah diberi tahu mengenai pengampunan tersebut.
"'Akhirnya kami bisa berkumpul lagi dengan Mama,' itulah yang mereka katakan kepada saya," ujarnya kepada AFP.