
UPdates—Sebuah penerbangan dari Dubai ke Tel Aviv, Israel dialihkan secara tak terduga setelah terjadi perkelahian fisik antara para pilot.
You may also like :
2 Suara Ledakan Besar Terdengar di Riyadh, Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat di 7 Wilayah
Menurut situs pelacakan penerbangan Flightradar24, pesawat Flydubai—yang lepas landas dari Bandara Internasional Dubai di Uni Emirat Arab pada Rabu dini hari—mengirimkan sinyal kode darurat saat perjalanan telah berlangsung selama dua jam,.
You might be interested :
Warga Israel Bingung Cara Pulang, Sudah 7 Hari Bandara Tel Aviv Tutup, Terlama dalam Sejarah Israel
Beberapa menit kemudian, kode tersebut diubah menjadi kode yang digunakan untuk melaporkan pembajakan, namun kemudian dikembalikan ke sinyal darurat umum.
Insiden itu diyakini bukan merupakan pembajakan, kata kantor perdana menteri Israel sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari BBC, Rabu, 30 September 2026.
Sebaliknya, sinyal tersebut diduga dikirimkan menyusul pertengkaran antara pilot dan kopilot, lapor media setempat yang mengutip pejabat pertahanan Israel.
Pesawat yang mengangkut sekitar 150 orang—yang sebagian besar merupakan warga Israel—itu seharusnya mendarat di Bandara Ben-Gurion, namun justru mendarat di Bandara Tabuk di wilayah timur laut Arab Saudi.
Angkatan Udara Israel mengerahkan jet tempur sebagai respons terhadap insiden tersebut, dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengadakan konsultasi mendesak terkait kejadian itu.
Protokol penerbangan
Sebagaimana dilansir dari media Israel, Ynet, peraturan keamanan mewajibkan pengalihan rute dan penyelidikan segera ketika sinyal pembajakan diaktifkan, terlepas dari sumbernya.
Insiden ini menyoroti bagaimana perselisihan di dalam pesawat dapat memicu respons keamanan yang kompleks antara negara-negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik resmi.