
UPdates—Shivon Zilis, ibu dari empat anak Elon Musk, mengungkapkan bahwa sang miliarder mengakhiri hubungan dengannya tanpa peringatan hanya satu minggu setelah mengatakan bahwa ia mencintainya.
You may also like :
Merasa Sedang Pacaran dengan Elon Musk, Nenek Berusia 65 Tahun di Jepang Tertipu Rp203 Juta
Pada hari Jumat waktu AS, eksekutif Neuralink tersebut mengunggah pernyataan panjang di platform X, mengonfirmasi bahwa ia dan orang terkaya di dunia itu baru saja berpisah.
You might be interested :
Miliarder Ini tak Mau Mati, Habiskan Rp36 M per Tahun Agar tidak Tua, Malah Kena Penyakit yang belum Ada Obatnya
"Sulit rasanya beralih dari kondisi saling mencintai menjadi harus melepaskan hanya dalam waktu seminggu tanpa peringatan, namun begitulah kenyataannya terkadang," tulis Zilis, 40 tahun sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Page Six, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Ia mengatakan dirinya bersyukur bisa menunjukkan kepada Musk, 55 tahun, bagaimana rasanya benar-benar dipahami, diperhatikan, dan dicintai dengan damai, stabil, serta penuh kelembutan.
Mengingat apa yang ia gambarkan sebagai "sifat penuh gejolak" dalam kehidupan awal Musk dan "jiwanya yang sering kali tersiksa," ia mengatakan ingin Musk merasakan "bentuk cinta terdalam dan paling stabil yang bisa ditawarkan dunia ini."
"Hati saya terasa penuh karena bisa melakukan hal itu, dan saya berharap hal tersebut meninggalkan dampak positif yang langgeng," tulisnya.
Zilis mengatakan bahwa ia dan anak-anak mereka — si kembar Strider dan Azure yang lahir pada November 2021, putri mereka Arcadia yang lahir pada awal 2024, serta putra mereka Seldon Lycurgus yang lahir pada Februari 2025 — senantiasa menjadi "tempat yang aman" bagi Musk.
Ia menggambarkan rumah mereka sebagai tempat di mana Musk disambut dengan "kebahagiaan dan cinta, bukan peperangan," sangat kontras dengan "kehidupannya yang penuh pergulatan sengit."
"Sebuah jeda yang dibutuhkan dari medan pertempuran, tempat ia bisa memulihkan hati dan jiwanya sebelum kembali berjuang," tambahnya.
"Saya senang bisa menjadi tempat yang menyeimbangkan—memberikan rasa aman, ketenangan, dan cinta—serta bahagia bisa mengembalikan senyum di wajahnya saat ia sedang terpuruk. Saya akan sangat merindukannya," lanjutnya.
Zilis mengatakan bahwa ia mencintai Musk lebih dari hidupnya sendiri dan bahwa Musk telah memberinya pengetahuan setara seratus masa kehidupan sehingga ia merasakan kehilangan yang mendalam setelah perpisahan mereka.
Terlepas dari rasa sakit dan patah hati tersebut, ia mengaku bersyukur atas empat anak yang mereka miliki bersama, menyebut mereka sebagai empat cinta kecil yang indah dalam hidupnya.
"Saya sangat bersyukur atas anak-anak kami, dan mereka membuat setiap hari menjadi hari terbaik dalam hidup saya!" tulisnya.
"Saya sangat berharap dan berdoa agar dia dan saya bisa menjadi teman baik dan orang tua yang kompak bagi anak-anak," lanjutnya.
Meski mengaku terluka, ia mendoakan Musk. "Hati saya terluka, namun saya sangat peduli pada E dan akan selalu mendoakan kebahagiaannya. Semoga sukses, Elon. Dunia beruntung memilikimu," tandasnya.
Selain pernyataannya itu, Zilis juga membagikan tangkapan layar percakapan pesan teks antara dirinya dan Musk dari seminggu sebelumnya, di mana ia menulis, "Senang sekali bisa bertemu untuk sarapan bersamamu. Sangat mencintaimu."
Musk membalas, "Aku juga mencintaimu," sebelum menjelaskan bahwa ia tidak menyadari bahwa acara makan malam tanggal 24 September yang dihadirinya bersama Presiden Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping juga mengundang pasangan masing-masing. Musk menambahkan bahwa ia pasti akan mengajak Zilis seandainya dirinya tahu kalau bisa membawa pasangan.
"Aduh, itu sangat berarti bagiku. Terima kasih," balasnya dengan emoji hati berwarna merah.
Baru-baru ini, Musk menghadapi kritik dari mantan pasangannya ketika istri pertamanya, Justine Musk (nama gadis Wilson), berbicara mengenai pernikahan mereka dalam film dokumenter baru berjudul "Musk," yang tayang perdana di Festival Film Venesia bulan lalu.
Justine, 54 tahun, mengatakan bahwa ia merasa "tidak berarti" selama pernikahan mereka dan bahwa ia "mengenal istilah 'gaslighting' melalui" hubungannya dengan CEO Tesla tersebut.
"Dia terus-menerus mengomentari kekurangan-kekurangan yang dia lihat pada diri saya," ujarnya.
Musk dan Justine memiliki lima orang anak: anak kembar Griffin dan Vivian (22 tahun); anak kembar tiga Kai, Saxon, dan Damian (20 tahun); serta mendiang putra mereka, Nevada Alexander, yang meninggal dunia pada usia 10 minggu di tahun 2002.