
UPdates—Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz pada hari Selasa menyatakan bahwa ia telah menyiagakan militer dalam tingkat kewaspadaan tinggi menjelang peringatan serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
You may also like :
Pemimpin Hamas di Gaza, Ali al-Amoudi Lolos dari Upaya Pembunuhan Israel
Ia juga memperingatkan bahwa warga Gaza akan menanggung "harga yang mahal" jika pasukan Israel menjadi korban.
You might be interested :
Di PBB, Presiden Prancis Sebut Diplomasi Gaza ala Trump Tontonan Memalukan, Gedung Putih Tersinggung
Kantor Menteri Pertahanan Israel Katz menyatakan bahwa instruksi tersebut dikeluarkan berdasarkan informasi intelijen mengenai niat Hamas untuk melancarkan serangan dan operasi teror terhadap pasukan Israel di Gaza pada hari itu.
"Jika—jangan sampai terjadi—pasukan kami menjadi korban, pihak yang akan menanggung harga yang mahal adalah Hamas dan penduduk Gaza—dengan dampak yang sangat besar dan tak sebanding," demikian pernyataan tersebut sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Arab News, Selasa, 6 Oktober 2026.
Serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 merupakan hari paling mematikan dalam sejarah Israel, yang menewaskan 1.221 orang, menurut penghitungan AFP berdasarkan data resmi Israel.
Kelompok militan pejuang Palestina juga membawa 251 sandera ke Gaza; 44 di antaranya telah meninggal dunia.
Sebagai tanggapan, Israel melancarkan serangan militer yang telah meluluhlantakkan sebagian besar wilayah Gaza dan menewaskan lebih dari 74.200 orang, menurut kementerian kesehatan Gaza—yang berada di bawah otoritas Hamas dan datanya dianggap dapat dipercaya oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sejak gencatan senjata diumumkan pada Oktober lalu, pasukan Israel telah menewaskan lebih dari 1.440 orang di Gaza, menurut kementerian tersebut.
Pada hari Senin, dalam upacara kenegaraan untuk memperingati tiga tahun peristiwa serangan itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa tidak akan ada kekuasaan Hamas di Gaza dan berjanji untuk terus menargetkan siapa pun yang terlibat dalam serangan tersebut atau yang menahan sandera.