
UPdates—Ratusan nelayan Iran menyerbu Selat Hormuz untuk mengambil iPhone baru dan parfum Prancis yang jatuh ke laut setelah kapal kontainer GFS Pride tenggelam pada 14 Oktober.
The Telegraph melaporkan, setelah kapal tersebut tenggelam, puluhan perahu nelayan terlihat berada di antara kontainer-kontainer yang setengah tenggelam.
Singapura, negara tempat kapal tersebut terdaftar, menyatakan bahwa kebakaran di atas kapal menjadi penyebab tenggelamnya kapal itu.
Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura (MPA) dalam sebuah pernyataan menyebutkan seluruh 21 awak kapal telah dievakuasi dengan selamat. Tidak ada laporan mengenai korban cedera.
Dalam sebuah video yang tersebar luas di media sosial, seorang pria menjelaskan bahwa ia bersama sekelompok orang lainnya berencana ke Selat Hormuz untuk mengambil barang-barang yang ada.
"Kami sedang berkumpul dan menuju ke Selat Hormuz," ujar seorang pria dalam video tersebut sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Outlook India, Sabtu, 17 Oktober 2026.
"Kami mendengar ada kapal kontainer yang tenggelam, jadi kami akan pergi untuk mengambil iPhone dan parfum," lanjutnya.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah meningkatkan serangan terhadap kapal-kapal di dekat Selat Hormuz, mencapai tingkat tertinggi sejak perang dimulai.
Angkatan laut mereka juga telah memperingatkan para nelayan setempat untuk tetap berhati-hati di sekitar kontainer yang hanyut di perairan tersebut.
IRGC Iran menyatakan bahwa kapal GFS Pride telah memasuki rute yang tidak sah dan berbahaya sebelum menghantam ranjau laut.
Menurut laporan Telegraph, ledakan tersebut memicu kebakaran yang menenggelamkan kapal yang mengangkut lebih dari 2.500 kontainer itu.
GFS Pride merupakan kapal kedua yang tenggelam dalam kurun waktu 24 jam dan kapal ketiga sejak perang dimulai.
Insiden sebelumnya melibatkan kapal Cape Dao berbendera Antigua dan Barbuda, yang hilang akibat serangan pada 23 September.
Juru bicara militer, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, mengatakan pada hari Jumat bahwa Iran hanya akan membuka kembali Selat Hormuz jika pasukan AS menarik diri dari kawasan tersebut.
Ia juga memperingatkan bahwa pasukan Iran akan mengusir tentara Amerika jika mereka menolak untuk pergi, sebagaimana dilaporkan oleh Indian Express.
“Jika Amerika meninggalkan kawasan ini, Selat Hormuz akan dibuka, keamanan kolektif akan terwujud dengan partisipasi negara-negara di kawasan tersebut, dan ekonomi global akan membaik. Namun, jika mereka tidak pergi, kami akan mengusir mereka,” tegasnya.