
UPdates - Sebanyak 1.897 personel gabungan terdiri dari personel Polda Sulawesi Selatan, Satuan Brimob, Polrestabes Makassar, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan Kota Makassar, serta tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Makassar disiagakan untuk mengawal aksi unjuk rasa di Kota Makassar pada Selasa, 20 Oktober 2026.
You may also like :
Hasil Gerebek Kampung Narkoba di Makassar, Polisi Tangkap 104 Orang
Unjuk rasa 20 Oktober 2026 digelar oleh elemen mahasiswa serta koalisi masyarakat sipil di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di Kota Makassar untuk memperingati dan mengevaluasi dua tahun jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
You might be interested :
Sempat Kabur ke Kendari, Pencuri Brankas Masjid Al Markaz Makassar Akhirnya Tertangkap
Saat memimpin apel kesiapan pengamanan unjuk rasa di bawah flyover Jalan Urip Sumoharjo Kota Makassar, Selasa pagi, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Arya Perdana, menekankan bahwa seluruh personel harus mengedepankan pendekatan humanis, profesional, dan sesuai prosedur dalam mengawal penyampaian aspirasi masyarakat.
“Rekan-rekan sudah dibekali pengetahuan dan pelatihan dalam penanganan unjuk rasa. Karena itu, laksanakan tugas secara profesional dan humanis. Tidak boleh ada tindakan kekerasan atau sikap represif, kecuali dalam kondisi yang benar-benar mengancam keselamatan personel maupun masyarakat,” ucap Kombes Arya Perdana, sebagaimana dilansir Keidenesia.TV dari Humas Polrestabes Makassar, Selasa, 20 Oktober 2026.
Ia juga mengingatkan setiap personel agar memahami tugas, perlengkapan, serta tanggung jawab masing-masing.
Kapolrestabes menegaskan bahwa pengamanan dilaksanakan dengan mengedepankan pelayanan dan perlindungan, bukan untuk membatasi hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat.
“Tujuan kita adalah memberikan rasa aman dan pelayanan kepada saudara-saudara kita yang menyampaikan aspirasi, sekaligus menjaga keamanan masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi. Laksanakan tugas sesuai aturan dan jangan bertindak di luar prosedur,” ujarnya.
Kapolrestabes Makassar turut menekankan pentingnya satu komando dalam pelaksanaan pengamanan agar koordinasi di lapangan berjalan efektif dan tidak terjadi kesalahpahaman antarpersonel.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan Tactical Wall Game (TWG) yang dipimpin Kabag Ops Polrestabes Makassar Kompol Eddy Sumantri. Dalam sesi tersebut, disampaikan arahan teknis pelaksanaan tugas serta penempatan personel sesuai dengan ploting yang telah ditentukan.