Presiden Donald Trump mengubah suasana acara di Gedung Putih dengan meluapkan kemarahannya kepada wartawan The Independent karena mengajukan pertanyaan. (Foto: Reuters)

Trump Kehilangan Kendali di Ruang Oval, “Serang” Wartawan The Independent

21 October 2026
Font +
Font -
[ai_summarizer]

UPdates—Seorang reporter Gedung Putih bernama Andrew Feinberg menceritakan pengalamannya ditegur oleh Presiden Trump dan Wakil Presiden JD Vance dalam sebuah konferensi pers mengenai program pemberian imbalan bagi pelapor pelanggaran (whistleblower).

You may also like : acb010ab bcc4 4833 bb74 94c73df191d8Baru 5 Hari Menjabat, Juru Bicara Trump Kini Dipecat

Andrew menyoroti keberadaan False Claims Act—undang-undang lama yang sudah berlaku sejak era Abraham Lincoln—yang justru menawarkan imbalan lebih besar bagi pelapor tindakan penipuan.

You might be interested : saveclip.app 669588225 122171976500723345 464735273718723051 nTrump Larang Tiga Media Meliput di Gedung Putih

Siapa sangka Trump akan begitu emosional menanggapi sebuah undang-undang yang sudah ada sejak zaman kepresidenan Abraham Lincoln.

Andrew Feinberg menceritakan, dirinya tidak menduga saat tiba di Gedung Putih pagi ini bahwa akan terjadi konfrontasi antara Trump dengan dirinya.

Wartawan The Independent itu mengaku hadir sebagai bagian dari apa yang disebut oleh pemerintahan Trump sebagai elemen “pers cetak sekunder” (secondary print) dalam kelompok peliput Gedung Putih—bagian dari rotasi media yang diizinkan masuk ke Ruang Oval untuk meliput berbagai acara.

Menurutnya, biasanya, ia bertugas sebagai reporter “pers cetak” (print pool) sekitar sebulan sekali, dengan tugas menyusun laporan singkat mengenai apa yang terjadi di Ruang Oval atau acara lain yang dihadiri oleh presiden.

“Kali ini, peran saya hanyalah mengajukan pertanyaan. Saya telah menyiapkan daftar pertanyaan yang didiskusikan bersama rekan-rekan saya di New York, namun saya memutuskan untuk mengubah rencana secara mendadak setelah seorang reporter lain mengabarkan bahwa Trump dan Wakil Presiden JD Vance berencana meluncurkan program baru serta “saluran pengaduan” (tip line),” kata Andrew sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari The Independent, Rabu, 21 Oktober 2026.

Program saluran pengaduan ini menjanjikan imbalan hingga $30.000 bagi pihak yang disebut sebagai “pelapor pelanggaran” (whistleblower) yang mengungkap apa yang dianggap oleh pemerintah sebagai tindakan “penipuan.”

“Lalu, saya menjadi sasaran serangan Trump,” ujarnya.

Andrew mengatakan, karena ia menjalankan tugas, dirinya menjadi target Trump dan timnya. Tak lama kemudian, Trump menceramahinya dan mengerahkan tim tanggap cepat Gedung Putih untuk menyerang Andrew.

“Mereka menyebut saya "orang bodoh Mongoloid" (Mongoloid Moron)—sebuah istilah hinaan bagi penyandang disabilitas perkembangan, frasa yang tidak akan pernah saya gunakan. Bahkan, Wakil Presiden melalui akun resmi pemerintahannya melabeli saya sebagai "orang dungu" (imbecile),” ungkap Andrew.

Semua ini bermula dari sebuah peristiwa yang sebenarnya cukup wajar. Para pejabat Gedung Putih hendak memberikan penghargaan kepada Nick Shirley, seorang YouTuber sayap kanan yang video-videonya sempat viral dan memicu kampanye pemerintahan tersebut untuk menindak bisnis penitipan anak serta layanan kesehatan di rumah di Minnesota, yang dikelola atau dimiliki oleh warga Amerika keturunan Somalia.

Trump, Vance, dan bahkan Shirley sendiri bersikap seolah-olah gagasan untuk memberi penghargaan kepada pelapor pelanggaran (whistleblower) adalah sesuatu yang baru dan unik dari pemerintahan ini.

YouTuber tersebut bahkan mengeklaim bahwa sepanjang sejarah negara AS, tidak pernah ada insentif bagi siapa pun untuk mengungkap penipuan.

“Karena sebagian besar karier profesional saya dihabiskan dengan meliput pemerintah federal, saya tahu bahwa mekanisme untuk memberi penghargaan kepada pelapor pelanggaran sebenarnya sudah ada dalam peraturan perundang-undangan. Jadi, saya tahu persis bahwa Shirley—dan pihak-pihak lainnya—sangat keliru mengenai hal tersebut,” kata Andrew.

Sejak tahun 1883, terdapat undang-undang yang disebut False Claims Act (Undang-Undang Klaim Palsu) yang memungkinkan pelapor pelanggaran untuk mengajukan gugatan atas nama pemerintah federal guna memulihkan dana yang telah dicuri melalui penipuan terhadap program-program federal.

Undang-undang tersebut memberikan imbalan yang lebih besar daripada yang ditawarkan oleh program Trump.

Gugatan-gugatan ini, yang dikenal sebagai kasus qui tam, sering kali mencakup jenis penipuan Medicare dan Medicaid yang diklaim sedang ditindak oleh pemerintahan saat ini.

Berbeda dengan angka 1 persen yang—menurut klaim Trump—bisa didapatkan oleh pelapor pelanggaran, False Claims Act justru memungkinkan seseorang yang melaporkan pelanggaran dan mengajukan kasus qui tam untuk menerima hingga seperempat dari total dana yang berhasil dipulihkan oleh pemerintah.

Lantas, mengapa seseorang harus menggunakan "saluran pelaporan" (tip line) milik pemerintah tersebut, padahal mereka bisa mendapatkan imbalan jauh lebih besar dengan menempuh prosedur yang sudah teruji dan ada sejak zaman Abraham Lincoln?

“Saya mengajukan pertanyaan persis seperti itu kepada sang presiden. Bagaimana tanggapannya?” beber Andrew.

“Karena jumlah uangnya sangat besar. Dengan 1 persen, orang bisa mendapatkan jutaan dolar hanya dengan melaporkan apa yang sebenarnya merupakan tindak pidana yang cukup lumrah—maksud saya, yang melibatkan jutaan dolar. Namun, kita bicara soal miliaran, bahkan mungkin triliunan dolar,” ujar Trump.

Bagi Andrew, Trump mungkin tidak memahami pertanyaan tersebut, atau tidak mampu mencerna bahwa sepuluh hingga 25 persen jauh lebih besar daripada satu persen.

Trump mungkin tidak memahami pertanyaannya, tetapi Vance memahaminya—dan ia tampak antusias untuk terlibat dalam perdebatan.

“Beberapa bulan sebelumnya, kami sempat bersitegang di ruang konferensi pers saat saya bertanya kepadanya mengenai aktivitas perdagangan saham sang presiden. Tampaknya sang wakil presiden tidak puas dengan jawaban Trump, sehingga ia ikut menimpali dengan menyebut pertanyaan tersebut “tidak jujur” dan menyatakan bahwa ada jenis penipuan tertentu yang berada di luar cakupan False Claims Act (Undang-Undang Klaim Palsu)—padahal pernyataan itu tidak benar,” ungkap Andrew.

Andrew mengatakan, mungkin merasa telah diremehkan oleh wakilnya, Trump bertanya siapa dirinya.

“Sesuatu yang terasa ganjil karena dia jelas-jelas sudah mengenali saya sebelumnya, saat dia mengedipkan mata ke arah saya ketika Vance sedang menyampaikan sambutan di acara tersebut,” kata Andrew.

“Saya telah berada di dekatnya di Ruang Oval, di dalam pesawat Air Force One, dan di berbagai tempat lain berkali-kali selama satu dekade saya meliput kegiatannya; kami bahkan pernah beberapa kali berbincang melalui telepon,” lanjut Andrew.

Namun, celetukan Vance membuat Trump bertanya: “Siapa Anda?”

“Saya pun menjawab bahwa nama saya Andrew Feinberg dan saya bekerja untuk The Independent,” ujarnya.

Saat sesi tanya jawab dengan pers berlangsung, Andrew mencoba mengajukan lebih banyak pertanyaan dari daftar yang telah disiapkannya — termasuk satu pertanyaan mengenai rencananya untuk merenovasi lapangan golf populer di D.C. “Namun, saya justru berulang kali menjadi sasaran kemarahan Trump,” akunya.

“Trump tampak menunjuk ke arah saya lebih dari sekali, tetapi ternyata setiap kali ia bermaksud memanggil reporter dari Agence France-Presse yang berdiri tepat di belakang saya. Karena dari posisi saya, ia terlihat menunjuk tepat ke wajah saya, saya pun mulai angkat bicara,” tegas Andrew.

Ternyata, Trump tidak menyukai reaksinya.

“Saya tidak tahu siapa Anda sebenarnya, tapi sebaiknya Anda berhati-hati,” ujar Trump.

Ditegaskan Andrew, itu pernyataan aneh. “Sebuah komentar yang aneh mengingat saya sudah memperkenalkan diri belum genap 10 menit sebelumnya,” katanya.

Ketika kejadian serupa terulang beberapa menit kemudian, Trump menurutnya benar-benar kehilangan kendali dan menyebut Andrew sebagai “orang sakit.”

“Menurut saya, ada yang tidak beres dengan diri Anda,” tuding Trump.

Andrew menampik tudingan itu. “Sebagai catatan, saya baru saja menjalani pemeriksaan kesehatan tahunan awal bulan ini, dan saya bisa pastikan bahwa kondisi kesehatan saya sangat prima. Saya hanya menjalankan tugas saya, dan besok saya akan kembali melakukannya,” tandasnya.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

capture

Mark Twain

"Rahasia untuk maju adalah memulai."
Load More >