
UPdates—Dua pengamat militer senior menyatakan bahwa mereka melihat objek misterius berbentuk segitiga hitam terbang dengan kecepatan yang sangat tinggi di atas sebuah lokasi sensitif di wilayah barat Amerika Serikat awal tahun ini.
Informasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian laporan penampakan UFO terbaru yang dirilis oleh pemerintahan Trump pada hari Jumat, 23 Oktober 2026 waktu setempat.
Dalam laporan yang disampaikan kepada Departemen Pertahanan, mereka menyebutkan bahwa objek tak dikenal tersebut tidak menunjukkan karakteristik pesawat militer konvensional.
You might be interested :
Heboh AS akan Evakuasi Diplomat di Seluruh Wilayah Teluk, Trump tidak Tahu, Deplu Bilang hanya Arab Saudi
Objek itu menghilang secara tiba-tiba dan senyap dalam hitungan detik, tanpa meninggalkan jejak gas buang maupun bukti keberadaan lainnya.
Penampakan yang dilaporkan oleh sumber anonim—yang memiliki pengalaman operasional luas dalam bekerja sama dengan berbagai lembaga pemerintah—terjadi di sebuah lokasi yang sengaja disamarkan (dihapus) dalam dokumen yang dirilis ke publik pada hari Jumat tersebut.
Menurut para pengamat, objek yang disebut sebagai fenomena anomali tak dikenal (UAP)—istilah yang kini menggantikan sebutan UFO di kalangan militer, pemerintah, dan ilmiah—itu menyerupai pesawat nirawak (drone) bersayap delta dengan rentang sayap antara 2,75 hingga 4,5 meter.
Mereka memperkirakan kecepatan objek tersebut mencapai 1.800 mil per jam (sekitar 2.900 km/jam).
Seperti ratusan laporan lain yang dirilis Pentagon sejak Mei—sebagai bagian dari janji Donald Trump untuk menghadirkan transparansi terhadap dokumen-dokumen yang selama beberapa dekade diklasifikasikan sebagai rahasia terkait UFO—banyak detail lain dalam laporan ini yang masih samar, tidak meyakinkan, atau bahkan disensor sepenuhnya.
Berbeda dengan laporan-laporan sebelumnya yang sering kali disertai foto atau rekaman video asli dari penampakan tersebut, laporan mengenai “segitiga hitam” ini justru menampilkan sembilan gambar identik dari lokasi ngarai yang sama.
Pada gambar-gambar tersebut, ditambahkan siluet berbentuk segitiga berukuran kecil untuk menggambarkan pergerakan objek yang menurut para pengamat telah mereka lihat.
“Ini memang tampak tidak lebih dari sekadar bentuk segitiga hitam yang ditempelkan di atas latar belakang pemandangan untuk melengkapi laporan tersebut. Menurut saya, hal ini tidak memberikan kontribusi substansial apa pun terhadap laporan itu sendiri,” ujar Greg Eghigian, profesor sejarah dan bioetika di Penn State University, sekaligus penulis buku tahun 2024 berjudul After the Flying Saucers Came: A Global History of the UFO Phenomenon sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari The Guardian, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Setelah sempat ramai di awal, rilis dari Pentagon pada masa pemerintahan Trump yang kedua ini menjadi semakin jarang dalam beberapa bulan terakhir.
Jumlahnya pun terasa jauh lebih minim sejak presiden AS tersebut menyatakan pada bulan Februari bahwa ia telah memerintahkan pengungkapan penuh mengenai pengetahuan pemerintah tentang UFO serta upaya pencarian kehidupan alien di luar planet kita.
Langkah ini diambil menyusul tuduhan yang disampaikan di hadapan Kongres pada tahun 2023 oleh seorang mantan pejabat intelijen, yang menyatakan bahwa berbagai pemerintahan sebelumnya telah melakukan upaya menutup-nutupi fakta, dan bahwa pemerintah memiliki bangkai pesawat luar angkasa alien yang jatuh.
Rilis yang dikeluarkan pada hari Jumat tersebut hanya berisi kurang dari 25 dokumen teks, tanpa menyertakan video maupun gambar apa pun.