Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

Diduga Sadap Presiden dan Seskab Teddy, 6 Jenderal Polisi dan Perwira Menengah Ditangkap dan Sudah Tersangka

3 November 2026
Font +
Font -
[ai_summarizer]

UPdates—Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) dilaporkan menangkap enam jenderal polisi aktif dan perwira menengah karena diduga telah melakukan penyadapan terhadap petinggi negara.

You may also like : uang emas batangan1Pemilik Masih Misterius, Kortas Tipidkor Sita Uang Tunai dan Emas Senilai Rp476 Miliar di Sentul

Informasi yang dilansir dari Republika.co.id, mereka diciduk sejumlah pasukan atas instruksi langsung Kapolri, Jenderal Suyudi Ario Seto.

You might be interested : prabowo gibranDua Tahun Pemerintahannya, Prabowo: Kita di Jalur yang Benar

Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Afu.id, sumber yang dekat dengan lingkungan penegak hukum mengungkapkan, saat ini para jenderal polisi dan seorang kombes serta beberapa anak buahnya itu sudah resmi dinyatakan sebagai tersangka.

"Sudah, sudah resmi dinyatakan sebagai tersangka," ujar sumber tersebut, Selasa, 3 November 2026.

Para petinggi yang dijadikan tersangka itu adalah Irjen AS, EH, NS, dan juga seorang Komjen berinisial A. Kemudian terkait jenderal polisi aktif berinisial L, sumber tersebut juga menegaskan yang bersangkutan juga sudah ditetapkan sebagai tersangka meski tidak ditahan.

"Ya, sudah juga jadi tersangka, tetapi belum ditahan," tambah sumber itu.

Namun, sumber tersebut mengatakan, kemungkinan Jenderal Polisi L akan ditahan dan dicopot dari jabatannya saat ini di lingkungan Istana Negara masih terbuka.

Selain para jenderal, ada juga seorang kombes dan empat polisi berpangkat rendah yang juga dijadikan tersangka. Mereka, bersama para jenderal polisi lainnya masih ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua.

Penangkapan para petinggi Polri ini dilakukan oleh pihak Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri, pada antara pukul 01.00 hingga 03.00 Selasa, 3 November 2026 dinihari.

Penangkapan berawal dari hasil penyelidikan pihak Mabes Polri yang menemukan adanya aktivitas penyadapan terhadap petinggi negara.

"Yang disadap salah satunya adalah Presiden Prabowo Subianto dan Seskab Teddy," ungkapnya.

Sumber tersebut juga menyebut, aktivitas penyadapan dilakukan dari sebuah rumah di Kompleks Widya Chandra, yang merupakan kompleks pejabat tinggi negara.

Sumber itu menyebut, aktivitas penyadapan ini dikomandani oleh seorang polisi aktif berpangkat Irjen berinisial AS.

AS mengkoordinir beberapa polisi aktif salah satunya berpangkat Kombes dan beberapa polisi aktif yang menjadi bawahannya.

"Dari hasil penyelidikan diketahui kelompok penyadap ini juga memiliki jaringan dengan beberapa petinggi Polri baik yang masih aktif maupun tidak," ujarnya.

Beberapa sumber di internal Polri mengatakan, penangkapan tersebut dilakukan terkait isu keamanan. Salah satunya adalah dugaan penyadapan (wiretapping) yang dilakukan secara terkoordinasi terhadap pejabat tinggi negara.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Edizon Isir menyatakan, pihaknya masih mendalami dan mengecek kebenaran informasi tersebut.

"Kami belum bisa mengungkap identitas maupun jumlah perwira yang dimaksud dan meminta publik menunggu keterangan resmi selanjutnya," ujarnya di Jakarta, Selasa, 3 November 2026.

Dilansir dari Republika, Irjen Johnny menegaskan, pihaknya perlu memverifikasi kabar itu. "Nanti akan kami sampaikan perkembangannya," kata Johnny.

Dalam daftar nama yang didapatkan Republika, setidaknya terdapat delapan pati hingga pamen yang terlibat dalam aksi tersebut. Mereka semua merupakan satu circle.

Penegak hukum lainnya mengatakan salah satu yang diciduk pernah bertugas di lembaga selain kepolisian.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

capture

Mark Twain

"Rahasia untuk maju adalah memulai."
Load More >