
UPdates—Miliarder teknologi Elon Musk melontarkan candaan pada hari Rabu mengenai kekalahan Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu AS setelah ia menghabiskan ratusan juta dolar atau triliunan rupiah untuk membantu partai tersebut.
You may also like :
Seminggu Setelah Bilang “I Love You”, Elon Musk Tiba-Tiba Putuskan Hubungan, Shivon Zilis Patah Hati
Partai Demokrat berhasil menguasai Kongres AS pada hari Selasa, memenangkan kursi di Senat maupun DPR—sebuah penolakan telak terhadap agenda politik Presiden AS, Donald Trump.
You might be interested :
Partainya Keok di Pemilu Sela, Trump Beri Selamat ke Demokrat dan Sebut Perang Iran Berpengaruh
"Sepertinya laser luar angkasa saya yang digunakan untuk mengintervensi pemilu tidak berhasil kali ini," ujar Musk di X seraya menambahkan emoji mengangkat bahu sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari AFP, Rabu, 4 November 2026.
Menurut OpenSecrets, lembaga pelacak pendanaan kampanye, Musk menyumbangkan hampir setengah miliar dolar untuk upaya politik Partai Republik.
Jumlah ini menjadikannya penyumbang perorangan terbesar dalam siklus pemilihan federal sejak aturan yang mengizinkan pengeluaran dana pemilu tanpa batas diberlakukan pada tahun 2010.
Sebagian besar donasinya disalurkan melalui America PAC—komite aksi politik (PAC) yang condong ke Partai Republik—serta melalui super PAC Senate Leadership Fund (SLF) milik Partai Republik.
Pada bulan September, SLF menggunakan dana sumbangan sebesar $158 juta (Rp2,8 triliun) dari Musk untuk mendukung Ken Paxton, kandidat Senat dari Partai Republik di Texas.
James Talarico dari Partai Demokrat berhasil mengalahkan Paxton—sekutu dekat Trump—dan menjadi kandidat Demokrat pertama yang memenangkan jabatan di tingkat negara bagian Texas sejak tahun 1994.
Dalam sebuah acara perayaan kemenangan di Austin, Talarico melontarkan sindiran kepada Musk.
"Dalam pertarungan ini, kami menghadapi 'Goliath' versi kami sendiri. Orang terkaya di dunia, orang paling berkuasa di dunia, serta seluruh kelompok elite di Washington, D.C.," ujarnya.