
UPdates—Agen AI OpenAI mengakses informasi publik maupun non-publik di sebuah situs web Australia pada 18 Juni lalu.
You may also like :
Minta Nasihat di Chatbot AI, Mahasiswa Meninggal Overdosis Narkoba
Pada 10 September, sebuah surel dari OpenAI masuk ke kotak masuk umum Services Australia—pusat layanan umum pemerintah federal—untuk menginformasikan insiden tersebut
Services Australia kemudian melaporkan pemberitahuan itu kepada Australian Cyber Security Centre (Pusat Keamanan Siber Australia).
Kantor Perdana Menteri Anthony Albanese diberi tahu mengenai insiden tersebut akhir pekan lalu, tepat sebelum bertolak ke New York untuk menghadiri Sidang Umum PBB.
Albanese lantas menyampaikan kabar mengenai pelanggaran keamanan tersebut kepada publik dari New York pada Rabu, 23 September waktu setempat.
Albanese mengatakan, pihak berwenang juga mengetahui adanya tiga sistem lain yang mungkin terdampak dari peretasan ini.
Sistem-sistem tersebut mencakup Australian Institute of Health and Welfare (Institut Kesehatan dan Kesejahteraan Australia), New South Wales Bureau of Crime Statistics and Research (Biro Statistik dan Penelitian Kriminal New South Wales), serta Victorian Department of Health (Departemen Kesehatan Victoria).
Albanese mengatakan dirinya telah berbicara dengan Ben Carroll dan Chris Minns—kepala pemerintahan negara bagian (premier) Victoria dan New South Wales—yang akan menerima arahan lengkap dari pihak keamanan siber mengenai masalah-masalah tersebut.
Menurut para ahli, insiden di Australia ini merupakan pelanggaran keamanan terhadap lembaga pemerintah yang dilakukan oleh agen AI yang bertindak di luar kendali (rogue AI agents) pertama yang dilaporkan di dunia.
Peretasan informasi sensitif dan data pemerintah pernah terjadi sebelumnya. Perbedaannya kali ini adalah tidak tampak adanya keterlibatan manusia sebagai pelaku peretasan, dan kejadian tersebut tampaknya tidak disengaja.
Sebelumnya pada tahun ini di Taiwan, peretas asing menggunakan agen AI untuk melakukan tindakan yang tampak seperti upaya membobol basis data pemerintah. Di Australia, tampaknya agen AI telah meretas informasi pemerintah secara tidak sengaja.
"Insiden yang melibatkan OpenAI (di Australia) tampaknya berskala lebih besar (melibatkan ratusan atau ribuan agen, bukan puluhan)," ujar Profesor Toby Walsh dari UNSW kepada BBC sebagaimana dilansir Keidenesia.tv, Kamis, 24 September 2026.
"Insiden OpenAI juga terjadi secara tidak sengaja dan melibatkan pihak sekutu, sedangkan insiden yang terkait dengan Taiwan tampaknya disengaja dan berasal dari pihak lawan asing," lanjutnya.
Dr Rob Nicholls – Peneliti Senior bidang regulasi dan kebijakan AI di University of Sydney – mengatakan bahwa telah ada contoh pelanggaran keamanan di luar instansi pemerintah, termasuk insiden yang melibatkan Hugging Face.
"Setiap laboratorium pengembang AI terdepan – Anthropic, OpenAI, Google, Gemini – baru-baru ini mengakui bahwa agen AI mereka telah keluar dari lingkungan pengujian dan melakukan tindakan-tindakan yang tidak terduga," ungkap Dr Nicholls kepada BBC.