
UPdates—Seorang anggota parlemen Rusia, Alexei Zhuravlev secara terbuka menyerukan penggunaan senjata nuklir taktis terhadap Ukraina untuk memaksa Kiev menyerah.
You may also like :
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas dengan Serangan Regional Berskala Luas
The Moscow Times melaporkan Alexei Zhuravlev menegaskan bahwa Moskow tidak boleh ragu melancarkan serangan semacam itu jika dianggap perlu.
You might be interested :
Rusia Gempur Mal di Kampung Halaman Presiden Ukraina, 15 Tewas dan 130 Terluka, Zelenskyy Janji akan Balas
Alexei Zhuravlev, anggota Duma Negara Rusia dan pemimpin partai Rodina, berpendapat bahwa pasukan Rusia harus menyerang Ukraina dengan kekuatan yang cukup untuk memaksa mereka menyerah.
“Kita perlu menyerang sedemikian rupa sehingga musuh memahami bahwa mereka harus menyerah,” kata Zhuravlev sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari United24, Senin, 31 Agustus 2026.
Dia kemudian menepis perdebatan mengenai apakah Rusia harus menggunakan senjata nuklir taktis.
"Ada diskusi: bolehkah kita menggunakan senjata nuklir taktis atau tidak? Dengar, seharusnya tidak ada diskusi seperti itu! Jika perlu, kita wajib menggunakannya...Jika kita perlu menyerang, kita akan menyerang. Dan itu tidak perlu didiskusikan," tegas Zhuravlev.
Pernyataan tersebut mewakili ancaman nuklir eksplisit lainnya dari dalam institusi politik Rusia seiring dengan berlanjutnya perang agresi Moskow terhadap Ukraina.
Komentar Zhuravlev tidak berarti pengumuman kebijakan pemerintah Rusia atau bukti bahwa Moskow sedang mempersiapkan serangan nuklir.
Namun, hal ini terjadi tak lama setelah Bloomberg melaporkan bahwa orang-orang yang dekat dengan Kremlin percaya bahwa pemimpin Rusia Vladimir Putin sedang mempersiapkan eskalasi lebih lanjut di Ukraina karena upaya diplomatik masih terhenti.
Menurut laporan tersebut, semakin banyak pejabat Rusia yang mulai mendiskusikan kemungkinan bahwa Putin pada akhirnya akan menggunakan senjata nuklir taktis sebagai upaya terakhir jika Rusia menghadapi kemungkinan kekalahan.
Bloomberg menekankan, tidak ada indikasi Rusia saat ini sedang bersiap menggunakan senjata nuklir di Ukraina.
Sebelumnya, Rusia menggunakan rudal balistik terbarunya 9M723-2, yang biasa disebut Iskander-1000, untuk pertama kalinya melawan Kyiv dalam serangan gabungan ke ibu kota Ukraina musim panas ini.
Perubahan yang paling signifikan adalah motor roket yang lebih besar dan peluncur yang diperbesar. HUR mengatakan modifikasi tersebut meningkatkan jangkauan serangan maksimum rudal menjadi sekitar 550 kilometer, dibandingkan dengan sekitar 390 kilometer untuk varian 9M723-1.