
UPdates—Seorang anggota senior sindikat yakuza pada hari Jumat, 16 Oktober 2026 dibebaskan dari dakwaan membunuh presiden jaringan restoran cepat saji ternama, Gyoza no Ohsho (Raja Gyoza), di Kyoto pada tahun 2013.
You may also like :
Bos Yakuza Jepang Mengaku Bersalah Jual Bahan Nuklir dan Heroin dengan Imbalan Rudal untuk Perang Myanmar
Pengadilan Distrik Kyoto menyatakan Yukio Tanaka (59), anggota kelompok afiliasi Kudo-kai—salah satu sindikat kejahatan yakuza terbesar di Jepang—tidak bersalah atas pembunuhan Takayuki Ohigashi (72), yang saat itu menjabat sebagai pimpinan Ohsho Food Service Corp. Peristiwa tersebut terjadi di tempat parkir kantor pusat perusahaan itu di Kyoto.
Ohigashi, yang dijuluki "Raja Gyoza", ditembak empat kali di bagian dada dan perut menggunakan senjata api otomatis caliber 25 saat ia keluar dari mobilnya di area parkir di Distrik Yamashina pada 19 Desember 2013. Uang tunai sejumlah ratusan ribu yen ditemukan tertinggal di dalam mobilnya.
Polisi juga menemukan residu tembakan pada pegangan sebuah sepeda motor yang dicuri dua bulan sebelum kejadian; kendaraan ini diduga digunakan sebagai sarana pelarian.
Sebuah skuter, yang dicuri sekitar waktu yang sama, juga diduga digunakan untuk tujuan serupa. Kendaraan-kendaraan tersebut ditemukan di dekat lokasi kejadian pada musim semi tahun 2014.
Tanaka ditangkap setelah penyelidikan polisi mengungkapkan bahwa jejak DNA dari puntung rokok yang ditemukan di dekat lokasi kejadian cocok dengan DNA tersangka.
Menurut sumber penyelidikan, rokok tersebut merupakan merek yang biasa diisap oleh Tanaka pada saat itu.
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Japan Today, Sabtu, 17 Oktober 2026, dalam sidang perdana yang dimulai pada November 2025, Tanaka menyatakan dirinya tidak bersalah.
Persidangan dimulai tanpa adanya hubungan pribadi yang jelas maupun bukti kuat yang secara langsung mengaitkan Tanaka dengan Ohigashi.
Tim pembela menyatakan bahwa pada saat pembunuhan terjadi, Tanaka berada di Prefektur Fukuoka, yang berjarak ratusan kilometer dari Kyoto.
Pihak pembela menyatakan bahwa karena tidak ditemukan sisa-sisa aktivitas merokok di tempat kejadian, maka rokok tersebut tidak diisap di lokasi itu.
Mereka berargumen bahwa puntung rokok tersebut sengaja diletakkan di sana untuk menjebak Tanaka.
Saat ini, Tanaka sedang menjalani hukuman penjara selama 10 tahun yang dijatuhkan pada November 2020. Ia dinyatakan bersalah karena menembaki mobil perusahaan milik Obayashi Corp—sebuah kontraktor umum berskala besar—yang saat itu membawa tiga orang di Fukuoka pada tahun 2008.
Pada Maret 2016, sebuah komite independen yang menyelidiki hubungan antara Ohsho Food Service dan organisasi antisosial mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut sempat melakukan transaksi bisnis yang tidak pantas dengan pimpinan sebuah kelompok korporasi, jauh sebelum Ohigashi memegang kendali perusahaan pada tahun 2000.
Ohsho Food Service, yang terdaftar di segmen Prime Market—tingkatan tertinggi di Bursa Efek Tokyo—mengoperasikan jaringan restoran pangsit Tiongkok dengan merek "Gyoza no Ohsho" di Jepang.
Jaringan restoran cepat saji yang populer ini telah memiliki lebih dari 700 gerai di seluruh Jepang sejak pertama kali dibuka pada tahun 1967.
Persidangan berlangsung selama 12 sesi dengan menghadirkan sekitar 40 saksi. Proses persidangan berakhir pada 29 Juni.
Atas permintaan pihak jaksa, persidangan dilaksanakan tanpa melibatkan juri awam. Dalam tahapan pra-persidangan, jaksa menyatakan bahwa juri awam berisiko mendapatkan intimidasi serta ancaman dari anggota kelompok kriminal.