Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Veddriq Leonardo. (foto:Dok.FPTI)

Atlet Panjat Tebing Indonesia Sandingkan Emas Speed Di World Climbing Series Chamonix Prancis

13 July 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Tim panjat tebing Indonesia berhasil meraih medali emas speed perorangan di World Climbing Series Chamonix, Prancis, melalui Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Veddriq Leonardo.
  • Desak Made Rita Kusuma Dewi mengalahkan atlet Italia Giulia Randi di babak final dengan catatan waktu 6,22 detik, sementara Veddriq Leonardo mengalahkan rekan senegaranya Antasyafi Robby Al Hilmi dengan catatan waktu 4,89 detik.
  • Antasyafi Robby Al Hilmi meraih medali perak speed perorangan putra setelah dikalahkan oleh Veddriq Leonardo.
  • Kemenangan ini merupakan yang pertama bagi Veddriq Leonardo setelah Olimpiade, dan ia mengucapkan terima kasih atas dukungan dari masyarakat Indonesia dan tim.
  • Asisten Pelatih Speed Fitriyani bersyukur dengan pencapaian ini dan menilai bahwa para atlet telah menampilkan yang terbaik meskipun dengan keterbatasan latihan.
  • Desak Made Rita Kusuma Dewi juga berhasil meraih medali emas di seri sebelumnya di Krakow, Polandia, menunjukkan peningkatan yang stabil dalam performanya.
  • Medali perunggu diraih oleh Capucine Viglione dari Prancis di kategori putri dan Ryo Omasa dari Jepang di kategori putra.
atau

UPdates - Tim panjat tebing Indonesia berhasil mengawinkan medali emas speed perorangan dalam ajang World Climbing Series Chamonix, Prancis, Minggu, 12 Juli 2026 waktu setempat. Selain itu, Indonesia juga berhasil meraih satu medali perak speed perorangan putra.

You may also like : captureAtlet Panjat Tebing Indonesia Tempati Ranking 1 Dunia nomor speed putra

Medali emas untuk Indonesia dipersembahkan oleh Desak Made Rita Kusuma Dewi dari speed perorangan putri dan Veddriq Leonardo dari speed perorangan putra. Sementara itu, satu medali perak speed perorangan putra dipersembahkan oleh Antasyafi Robby Al Hilmi.

You might be interested : panjat speedRajai Speed, Indonesia Raih 2 Emas dan 1 Perak di IFSC Climbing World Cup Krakow 2025

Desak Made tampil dengan stabil dalam seri ini. Kemenangan ini menjadi kemengan pertamanya di seri Chamonix. Medali emas ini semakin terasa manis karena pada seri di pekan sebelumnya yakni di Krakow, Polandia, Desak Made juga berhasil membawa pulang medali emas.

Di babak final perebutan emas, Desak Made berhadapan dengan atlet Italia Giulia Randi. Desak Made tampill all out dan berhasil unggul sekaligus mengamankan gelar setelah menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 6,22 detik. Sementara, Giulia Randi mencatatkan waktu 6,51 detik.

Medali perunggu diraih Capucine Viglione dari Prancis. Ia berhadapan dengan Isis Rothfork dari Amerika Serikat dan unggul dengan catatan waktu 6,41 detik, sedangkan lawannya 6,53 detik.

Sementara itu, di speed perorangan putra Veddriq Leonardo berhadapan dengan rekan senegara yakni Antasyafi Robby Al Hilmi di perebutan emas.

Veddriq unggul dengan catatan waktu 4,89 detik sedangkan Robby 5,11 detik. Medali perunggu diraih atlet Jepang Ryo Omasa setelah mengalankan atlet Tiongkok Yicheng Zhao. Ryo Omasa ungggul tipis dengan catatan waktu 4,701 detik, sedangkan Yicheng Zhao 4,704 detik.

Veddriq mengaku sangat bersyukur atas kemenangan ini. Apalagi emas kali ini merupakan emas pertamanya usai meraih medali emas di Olimpiade. Ia mengaku jeda waktu untuk kesuksesan ini sangatlah lama. Ia pun berterima kasih pada seluruh masyarakat Indonesia dan tim karena dukungan mereka sangatlah berarti.

“Saya berasa sangat bersyukur. Apalagi ini medali emas pertama saya usai Olimpiade. Terima kasih atas dukungannya,” kata dia, dilansir Keidenesia.TV dari laman resmi FPTI, Senin, 13 Juli 2026.

Ia mengakui sebelumnya ia belum bisa memanjat dengan sempurna karena belum bisa berlatih dengan maksimal. “Saya berusaha dengan maksimal dan ini adalah pencapaian yang nyata. Saya sangat bersyukur dengan pencapaian ini,” ungkap dia.

Asisten Pelatih Speed Fitriyani bersyukur dengan pencapaian ini. Ia menilai semua atlet tampil secara total walaupun tidak ada latihan khusus setelah dari Krakow, Polandia. Tim Indonesia hanya melakukan penyesuaian dengan kondisi di Chamonix, Prancis.

“Meskipun dengan segala keterbatasan yang ada, para atlet mampu menampilkan yang terbaik. Mereka sudah tampil dengan maksimal dan mempersembahkan yang terbaik untuk Indonesia. Kami sangat bangga akan pencapaian ini. Saya juga mengucapkan terima kasih untuk seluruh masyarakat Indonesia yang senantiasa mendoakan kami,” ungkap dia.

 

 

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

images (9)

Christopher Paolini

"Tanpa rasa takut, tidak akan ada keberanian."
Load More >